Palembang, bidiksumsel.com – Tiga tahun yang lalu, saat Indonesia di landa covid 19, Direktur PT Andalan Gauri Mulia (AGM) Andrey H Susena memberanikan diri mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang alat-alat berat dan produk-produk pendukung.
Dengan rasa percaya diri dan memiliki pengalaman bisnis yang sama selama 30 tahun, justru dirinya memulai pada saat yang sulit, dengan tujuan ketika telah membaik, maka customer akan semakin banyak.
Hal ini diungkap Andrey di acara customer gathering PT AGM di Aston Hotel Palembang. Kamis, (05/10/2023).
Dengan pengalaman kerja di dealer alat berat, ia mengatakan, telah turun ke lapangan keliling 28 provinsi yang ada di Indonesia, dan 18 negara baik Eropa maupun Asia sehingga banyak belajar dari pengalaman.
“Di saat masa covid 19 melanda dunia, banyak pabrik-pabrik alat berat di luar negeri yang slow down, artinya produksi nya menurun. Sehingga permintaan alat berat yang baru tidak ada stok nya, dan dealer alat berat pun tidak berani bikin stok yang banyak,” katanya.
Lembaga keuangan pun disaat itu sangat selektif, kesempatan itulah dirinya memberikan masukan dengan cara memberikan alternatif unit yang second hand, tapi telah di rekondisikan sehingga alat berat nya bisa tetap bekerja dengan baik dengan harga yang terjangkau.
“Alat berat yang kami pasarkan merupakan produk yang diterima pasaran seperti Caterpillar, Komatsu dan ini bukan produk China,” ujarnya.
Menurut Andrey, Sumsel itu sektor nya sangat komplit seperti pertambangan, perkebunan, kontruksi, Pupuk, Semen, dan lain sebagainya. Namun yang menjanjikan itu di sektor perkebunan dan pertambangan.
“Kami menjual tidak hanya alat-alat berat, tapi juga menjual produk pendukung nya seperti oli, breaker, dan sebagainya. Karena kita menginginkan customer itu one stop shopping,” terangnya.
Bagi customer yang mau membeli produk-produk yang ada di PT AGM, ia pun memberikan discount hingga 20% yang berlaku sampai akhir Oktober 2023.
“Kami juga beri kesempatan bagi customer gratis konsultasi, maupun survey, sehingga mereka sangat antusias dan kami tidak menyangka sebanyak ini yang datang, lebih dari 100 customer dan ini di luar target,” paparnya.
Untuk langkah berikutnya, saat ini pihaknya telah memiliki dua representatif yakni di kota Palembang dan kabupaten Tanjung Enim, dan di bantu promosi oleh beberapa subporting factory dan prinsipel produk untuk menjadi distributor.
“Kami optimis untuk kedepannya khusus di Sumsel banyak opportunity yang bisa di support. Apalagi saat ini aja kurang lebih ada 80 perusahaan kelapa sawit yang beroperasi, belum lagi perusahaan lain nya seperti tambang, kontraktor, pupuk, gas dan perusahaan besar lain,” pungkasnya. (dkd)












