OKU, bidiksumsel.com – Tidak sesuai standar pabrik, Satlantas Polres OKU mengamankan mobil box dengan nopol B 9014 B yang membawa 1000 Knalpot Bronk diduga pesanan salah satu bengkel motor Andre.
Hal ini dikemukan Kasatlantas Polres OKU, AKP Sutrisman, SH. MSi melalui Kanit Lakalantas Iptu Yudi, Kanit Diyaksa Ipda Dedi, dan KBO Satlantas Iptu Zainudin saat jumpa pers di halaman Satlantas Polres OKU. Rabu, (06/10/2021).
“Petugas satlantas telah mengaman 1 (satu) unit mobil box dengan nopol B 9014 B yang didalamnya berisikan lebih kurang 1000 buah knalpot bronk tidak sesuai standar pabrik mobil dan semua knalpot bronk sudah diamankan disatlantas Polres OKU untuk pendalaman mengenai knalpot bronk yang sangat meresahkan masyarakat,” paparnya.
Ia menambahkan, knalpot bronk ini untuk sementara diamankan, karena berdasarkan informasi dari sopir tersebut, knalpot bronk dipesan oleh bengkel motor Andre yang terletak di kelurahan kemalaraja kecamatan baturaja timur kabupaten OKU.

Saat dikonfirmasi bidiksumsel.com, pemilik bengkel Andre membantah mengenai knalpot bronk yang ia pesan.
“Terkait mengenai knalpot bronk yang katanya saya yang order atau memesan knalpot bronk tersebut itu tidak benar. Tetapi saya juga pernah memesan, namun tidak banyak hanya 10 – 15 buah knalpot bronk dengan harga bekisar Rp 30.000 sampai Rp 50.000,” jelasnya.
Ia berdalih, knalpot bronk yang diamankan petugas itu sopir yang membawa nya hanya menjual keliling dengan mengisi toko atau bengkel diwilayah ini, karena knalpot bronk tersebut dari Jawa.
Sementara, Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo,S.IK melalui Kasat lantas Polres OKU Sutrisman,SH.M.Si memaparkan, bahwa mobil box yang membawa 1000 knalpot bronk sudah diamankan di satlantas Polres OKU, dan knalpot tersebut berasal dari Jawa daerah Tegal dan knalpot bronk ini tidak memenuhi standar buatan pabrik.
Selanjutnya, Satlantas Polres OKU terus mendalami tentang knalpot bronk yang diduga akan digunakan oleh anak-anak balap liar yang meresahkan masyarakat OKU.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten OKU Fraksi PDIP, H. A.Rahman Edwin, SH meminta agar Satlantas Polres OKU lebih serius dalam menangani 1000 knalpot bronk yang saat ini sudah meresahkan.
“Karena knalpot bronk tersebut kalau dipasang di motor sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat, jika perlu toko yang menjual knalpot bronk ditutup saja,” tegasnya. (budi utomo)








