Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo Raih Juara ke 3 Kompetensi Menembak

ist

Kapolda Gorontalo Apresiasi Juara Lomba Tembak, Tekankan Pentingnya Mental dan Tanggung Jawab

Gorontalo, bidiksumsel.com – Ajang Ilato Shooting Club (ISC) Fun Game yang digelar di lingkungan Polda Gorontalo tak sekadar menjadi kompetisi biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengasah kemampuan sekaligus memperkuat mental para personel kepolisian, khususnya jajaran Pejabat Utama (PJU). Senin, 4 Mei 2026.

Kapolda Gorontalo, Widodo, secara langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba menembak yang sebelumnya digelar pada 15 April 2026. Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan peresmian Lapangan Tembak Ilato Shooting Club, yang kini menjadi fasilitas strategis untuk pelatihan personel.

Dalam kompetisi tersebut, posisi juara diisi oleh para perwira terbaik. Juara I diraih oleh Danu Waspodo selaku Dansat Brimob, disusul Juara II oleh Wawan Iriawan yang menjabat Dir Intelkam, serta Juara III oleh Maruly Pardede sebagai Dir Reskrimsus. Ketiganya dinilai menunjukkan akurasi tinggi dan profesionalisme selama berlangsungnya lomba.

Namun, bagi Kapolda, esensi dari kegiatan ini tidak berhenti pada siapa yang menjadi juara. Ia menegaskan bahwa keberadaan lapangan tembak modern tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh personel sebagai sarana peningkatan kompetensi.

Menurutnya, kemampuan menggunakan senjata api tidak hanya bergantung pada teknik menembak semata. Ada aspek yang jauh lebih penting, yakni pengendalian mental dan kematangan dalam mengambil keputusan.

“Senjata api adalah instrumen terakhir dalam tugas kepolisian. Penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa setiap anggota kepolisian dituntut tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas serta kontrol diri yang kuat. Dalam situasi lapangan yang penuh tekanan, ketenangan menjadi faktor penentu dalam setiap tindakan.

Kapolda juga menyoroti pentingnya latihan rutin sebagai bagian dari pembentukan karakter profesional. Baginya, latihan di lapangan tembak bukan sekadar ajang kompetisi atau mencari prestasi, melainkan sarana membangun refleks, ketepatan, dan stabilitas emosi.

Lebih jauh, ia berharap prestasi yang diraih para PJU dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota kepolisian di wilayah Gorontalo. Semangat untuk terus belajar dan berlatih dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan aparat yang profesional dan humanis.

Dengan fasilitas yang semakin memadai serta komitmen kuat dari pimpinan, diharapkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polda Gorontalo terus meningkat. Hal ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa profesionalisme aparat tidak hanya diukur dari keberhasilan penindakan, tetapi juga dari kesiapan mental, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap penggunaan kewenangan.

Melalui sinergi antara kemampuan teknis dan kematangan mental, jajaran kepolisian diharapkan mampu menjalankan tugas secara terukur, tepat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *