Palembang, bidiksumsel.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan memimpin Apel Gabungan sekaligus Peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (21/4/2026). Peringatan tahunan tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna, menjadi momentum refleksi atas perjuangan perempuan Indonesia sekaligus penguatan komitmen pemerintah dalam mendorong kesetaraan gender di berbagai sektor pembangunan.
Dalam amanat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA) yang dibacakannya, Sekda menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan hingga saat ini.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Kartini tidak hanya menjadi inspirasi sejarah, tetapi juga motivasi bagi perempuan masa kini untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintahan. Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi perempuan yang berani, mandiri, serta memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Meski sejumlah capaian telah diraih, tantangan dalam mewujudkan kesetaraan gender masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Berdasarkan data yang disampaikan, Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2024 tercatat mencapai angka 91,85. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan dalam peningkatan kualitas hidup perempuan.
Namun demikian, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) masih berada pada angka 0,421. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya persoalan kesehatan reproduksi serta rendahnya tingkat partisipasi kerja perempuan.
Partisipasi angkatan kerja perempuan tercatat sebesar 56,42 persen, masih jauh di bawah tingkat partisipasi laki-laki yang mencapai 84,66 persen. Data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya peningkatan kualitas hidup perempuan harus terus diperkuat melalui kebijakan yang terarah dan berkelanjutan.
Selaras dengan program nasional Asta Cita ke-4, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen memperkuat sumber daya manusia dan kesetaraan gender melalui tiga langkah strategis utama.
Langkah pertama adalah memastikan tersedianya layanan kesehatan yang responsif gender, khususnya terkait kesehatan reproduksi perempuan. Langkah kedua adalah memastikan akses pendidikan yang tuntas bagi anak perempuan, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri.
Sementara langkah ketiga adalah memperluas ruang partisipasi perempuan di berbagai sektor pembangunan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun pemerintahan. “Peringatan ini adalah momentum refleksi. ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ harus kita wujudkan melalui keberanian dan kerja nyata bersama,” ujar Sekda dalam amanatnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial dan keluarga, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menyerahkan 50 paket sembako kepada perempuan tangguh di lingkungan Pemprov Sumsel. Penyerahan bantuan tersebut menjadi simbol penghargaan atas peran perempuan yang selama ini berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang nyata dari pemerintah daerah terhadap masyarakat. Peringatan Hari Kartini 2026 di Sumatera Selatan ditutup dengan harapan agar perempuan semakin berdaya dan mampu menjadi aktor utama dalam pembangunan daerah.
Tidak hanya sebagai penerima manfaat, perempuan diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan inovasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Acara tersebut juga dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebagai bentuk dukungan bersama dalam memperkuat peran perempuan di berbagai bidang.
Melalui momentum Hari Kartini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap nilai-nilai perjuangan Kartini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini untuk berkontribusi aktif dalam membangun daerah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. (rd)













