Palembang, bidiksumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menghadiri kegiatan halal bihalal Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Pengurus Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antaralumni sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan di wilayah Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, Herman Deru berharap kepengurusan IKA SKMA Sumsel dapat terus mempererat hubungan antaranggota sekaligus menghasilkan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Menurutnya, organisasi alumni tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu menghadirkan program produktif yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.
Ia menilai alumni SKMA memiliki kapasitas dan kompetensi yang kuat dalam bidang kehutanan. Pengalaman dan ilmu yang dimiliki selama ini telah terbukti memberikan kontribusi penting dalam menjaga kelestarian hutan di Sumatera Selatan. “Kita harus terus menanam dan mempertahankan kelestarian hutan. Ini menjadi semangat baru untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Herman Deru.
Herman Deru mengungkapkan bahwa alumni SKMA telah lama mengabdikan diri dalam menjaga kelestarian alam melalui penerapan ilmu kehutanan di berbagai sektor. Menurutnya, kondisi Sumatera Selatan yang relatif minim bencana menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan berbagai pihak, termasuk para praktisi kehutanan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah. Kewaspadaan dan tanggung jawab bersama tetap diperlukan agar kelestarian alam dapat terjaga secara berkelanjutan. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kondisi masyarakat Sumatera Selatan yang majemuk, tetapi memiliki kesadaran yang cukup baik terhadap pentingnya menjaga fungsi alam.
Kesadaran kolektif tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan alam demi keberlangsungan generasi mendatang.
Ia menyebut Sumatera Selatan termasuk daerah yang cukup baik dalam mempertahankan kelestarian hutan. Namun, keberhasilan tersebut harus terus dijaga melalui komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Peran organisasi seperti IKA SKMA, menurutnya, sangat penting dalam menjaga kesinambungan upaya pelestarian lingkungan melalui edukasi dan aksi nyata di lapangan.
Herman Deru juga menegaskan bahwa organisasi alumni harus mampu menghasilkan karya nyata, bukan sekadar menjadi wadah berkumpul.
Ia menilai anggota IKA SKMA merupakan individu-individu terdidik yang memiliki potensi besar untuk menciptakan program inovatif di bidang lingkungan. “Organisasi ini harus memiliki produk dan kontribusi nyata, mengingat anggotanya merupakan orang-orang terdidik. Mari kita terus menjaga kelestarian lingkungan kita,” pungkasnya.
Momentum halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran bersama dalam menjaga kelestarian hutan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat, Sumatera Selatan diharapkan mampu mempertahankan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi masa depan. (rd)













