Palembang, bidiksumsel.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama lima perbankan di wilayah Sumatera Selatan menyelenggarakan layanan Kas Keliling Terpadu pada 9 hingga 12 Maret 2026. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Masjid Agung Palembang dan menjadi bagian dari rangkaian program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Program SERAMBI merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Bank Indonesia setiap bulan Ramadan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah dalam pecahan kecil. Layanan ini bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, tepat waktu, serta dalam kondisi layak edar menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Pada tahun ini, Bank Indonesia Sumatera Selatan menyediakan 462 titik layanan penukaran uang di wilayah Palembang dan sekitarnya. Total kuota yang disiapkan mencapai 57.000 penukar, sehingga masyarakat dapat memperoleh uang pecahan baru dengan lebih mudah dan tertib.
Pelaksanaan Kas Keliling Terpadu di halaman Masjid Agung Palembang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Antusiasme tersebut terlihat dari antrean yang mencapai lebih dari 1.000 orang setiap hari sejak layanan dibuka.
Berbagai pecahan uang Rupiah yang paling diminati masyarakat di antaranya pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000. Pecahan ini umumnya digunakan masyarakat untuk kebutuhan berbagi saat Lebaran, seperti tradisi memberikan uang kepada anak-anak dan keluarga.
Dalam layanan ini, Bank Indonesia menetapkan batas maksimal penukaran sebesar Rp5.300.000 per orang. Penukaran dilakukan secara tertib dengan sistem pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR yang disediakan oleh Bank Indonesia.
Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat untuk memesan jadwal dan lokasi penukaran uang sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih aman, tertib, dan nyaman.
Selain di halaman Masjid Agung Palembang, layanan SERAMBI 2026 juga digelar di berbagai lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Beberapa lokasi tersebut meliputi pasar tradisional, pusat perbelanjaan modern, rest area tol, stasiun kereta api, serta Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Bank Indonesia juga menyediakan layanan kas keliling di Pelabuhan Bom Baru guna memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur transportasi air.
Tidak hanya itu, untuk menjangkau wilayah yang memiliki keterbatasan akses distribusi uang kartal, Bank Indonesia Sumatera Selatan juga menggelar program Susur Sungai Musi bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Palembang.
Program ini menyasar enam desa yang berada di wilayah pesisir Sungai Musi, yakni Desa Upang, Muara Talang, Makarti, Sungsang, Bunga Karang, dan Pulau Borang.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang berada di wilayah terpencil tetap mendapatkan akses yang sama dalam memperoleh uang Rupiah yang layak edar menjelang Idulfitri.
Selain menyediakan layanan penukaran uang, Bank Indonesia juga terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Melalui kampanye tersebut, masyarakat diimbau untuk memperlakukan uang Rupiah dengan baik dengan menerapkan prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat agar melakukan penukaran uang hanya di tempat resmi seperti Bank Indonesia atau perbankan untuk menghindari potensi peredaran uang palsu.
Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk membelanjakan uang secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi.
Melalui berbagai layanan yang disediakan dalam program SERAMBI 2026 ini, Bank Indonesia berharap kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah selama Ramadan dan menjelang Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan secara sehat dan stabil. (dkd)













