Wakil Ketua DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam Nostalgia Bareng Alumni, Kisah Sekolah Puluhan Tahun Kembali Hidup!

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ilyas Panji Alam, untuk mempererat tali persaudaraan dengan para sahabat lamanya. Pada Rabu (1/3/2026), pria yang akrab disapa Wak Yas tersebut menggelar acara buka puasa bersama dengan rekan-rekan alumni sekolahnya di Kota Palembang.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini mempertemukan sejumlah sahabat lama dari berbagai angkatan sekolah yang pernah ditempuh oleh Ilyas Panji Alam. Mereka berasal dari alumni SDN 82 Palembang angkatan 1980, SMPN 3 Palembang angkatan 1983, serta SMAN 10 Palembang angkatan 1986.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ajang nostalgia yang menghidupkan kembali kenangan masa sekolah puluhan tahun silam. Para alumni yang hadir tampak menikmati suasana kebersamaan sambil berbincang santai dan mengenang perjalanan hidup masing-masing sejak meninggalkan bangku sekolah.

Dalam suasana akrab tersebut, Ilyas Panji Alam mengungkapkan bahwa hubungan persahabatan yang terjalin sejak masa sekolah memiliki arti yang sangat berharga dalam kehidupan seseorang.

Menurutnya, perjalanan hidup dapat membawa seseorang pada berbagai perubahan, termasuk dalam hal jabatan dan posisi. Namun, persahabatan yang dibangun sejak masa muda memiliki nilai emosional yang sulit tergantikan.

“Jabatan mungkin saja berganti, tetapi persaudaraan yang terbentuk sejak masa sekolah akan tetap terjaga,” ujar Ilyas Panji Alam di sela-sela kegiatan tersebut.

Meskipun saat ini dirinya dipercaya mengemban amanah sebagai salah satu pimpinan legislatif di Provinsi Sumatera Selatan, suasana pertemuan tersebut terasa sangat cair dan sederhana. Tidak ada sekat antara dirinya dengan para sahabat lama.

Obrolan yang berkembang selama acara justru banyak dipenuhi cerita-cerita masa lalu ketika mereka masih menjadi pelajar. Berbagai kenangan kembali diingat bersama, mulai dari pengalaman belajar di kelas, kegiatan organisasi sekolah, hingga kisah-kisah unik yang dulu pernah mereka alami.

Beberapa cerita bahkan memicu gelak tawa di antara para alumni yang hadir. Suasana hangat dan penuh keakraban itu menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional yang masih terjalin di antara mereka, meskipun telah dipisahkan oleh waktu selama puluhan tahun.

Bagi Ilyas Panji Alam, kesempatan berkumpul bersama sahabat lama seperti ini merupakan momen yang sangat berharga. Ia menyadari bahwa di tengah kesibukan menjalankan berbagai aktivitas, kesempatan untuk bertemu dan berbagi cerita dengan teman-teman lama tidak selalu mudah untuk diwujudkan.

Karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh sahabat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh sahabat yang sudah hadir. Momen seperti ini sangat berarti bagi kita semua,” ungkapnya.

Sebagai tokoh politik yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam menilai bahwa menjaga hubungan baik dengan sahabat lama merupakan bagian dari menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah terbangun sejak lama.

Ia meyakini bahwa persahabatan yang tulus dapat menjadi sumber kekuatan moral dalam menjalani berbagai dinamika kehidupan, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik.

Di akhir pertemuan, Ilyas Panji Alam juga menyampaikan harapan dan doa bagi seluruh sahabat alumni yang hadir. Ia berharap agar seluruh rekan-rekannya senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan masing-masing.

“Semoga seluruh sahabat dari angkatan 80, 83, dan 86 selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Terima kasih atas kebersamaan hari ini,” ucapnya.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi bukti bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas publik, menjaga silaturahmi tetap menjadi hal penting bagi Ilyas Panji Alam.

Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan persahabatan yang dibangun sejak masa sekolah mampu bertahan melampaui waktu, jabatan, serta berbagai perjalanan hidup yang dilalui masing-masing individu. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *