Palembang, bidiksumsel.com – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Ar Ra’iyah DPRD Sumsel pada Sabtu malam (21/2/2026). Di tengah rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan buka puasa bersama hingga salat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah menjadi momentum istimewa mempererat silaturahmi antara unsur pemerintahan dan masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, yang menegaskan pentingnya Ramadan sebagai ruang memperkuat integritas sekaligus soliditas antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Baginya, Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sarana efektif membangun komunikasi yang lebih hangat dan harmonis antara legislatif dan eksekutif.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang refleksi bersama. Kita mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat komitmen dalam mengawal pembangunan agar benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Andie dengan penuh optimisme.
Kehadiran unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, BUMD, tokoh agama, serta masyarakat menambah kuat nuansa kebersamaan malam itu. Sejak waktu berbuka tiba, suasana kekeluargaan terasa kental. Tidak ada sekat jabatan, semua larut dalam kebersamaan, mencerminkan semangat Ramadan yang menyatukan.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, menyampaikan apresiasi kepada DPRD Sumsel sebagai tuan rumah kegiatan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Kemitraan yang sudah berjalan baik ini harus terus kita jaga. Pembangunan berkelanjutan hanya bisa dicapai dengan koordinasi dan kolaborasi yang solid,” ujar Edward dalam sambutannya.
Bagi Andie Dinialdie, Safari Ramadan juga menjadi pengingat akan fungsi strategis DPRD dalam menjalankan pengawasan. Ia menegaskan bahwa lembaga legislatif akan terus memastikan setiap program pemerintah daerah berjalan sesuai rencana dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Komitmen tersebut, lanjutnya, bukan sekadar pernyataan normatif. DPRD Sumsel akan menjalankan fungsi budgeting, legislasi, dan pengawasan secara optimal demi mendukung arah pembangunan yang berkelanjutan. Momentum spiritual Ramadan menjadi energi moral untuk memperkuat tanggung jawab tersebut.
Rangkaian acara berlangsung khidmat. Setelah berbuka bersama, para peserta melaksanakan salat Maghrib berjamaah, dilanjutkan Isya dan Tarawih. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menciptakan suasana religius yang menenangkan. Nilai kebersamaan terasa nyata, memperlihatkan bahwa kolaborasi pemerintahan dapat terjalin erat dalam bingkai spiritualitas.
Kegiatan ini juga dihadiri Kapolda Sumsel Sandi Nugroho, Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis, para wakil ketua dan anggota DPRD Sumsel, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. Kehadiran lengkap unsur pimpinan daerah tersebut menjadi simbol kuatnya koordinasi lintas lembaga.
Lebih jauh, Andie menilai Safari Ramadan sebagai momentum membangun kepercayaan publik. Ketika legislatif dan eksekutif duduk bersama dalam suasana religius dan penuh kehangatan, masyarakat melihat komitmen nyata untuk bekerja secara kolektif demi kepentingan daerah.
Ia berharap nilai persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi yang terbangun melalui Safari Ramadan ini tidak berhenti pada seremoni. Energi spiritual yang diperoleh selama bulan suci harus diterjemahkan dalam kerja nyata, percepatan pembangunan, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu harus kita bawa dalam menjalankan amanah sebagai penyelenggara pemerintahan,” tegasnya.
Melalui rangkaian buka puasa bersama dan salat berjamaah di Masjid Ar Ra’iyah DPRD Sumsel ini, harapan besar disematkan agar sinergi antarunsur pemerintahan semakin kokoh. Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan zaman, soliditas menjadi fondasi utama menjaga stabilitas sekaligus mendorong Sumatera Selatan melangkah lebih maju.
Safari Ramadan 1447 H pun tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga penegasan komitmen kolektif bahwa pembangunan Sumatera Selatan harus terus dikawal dengan integritas, kolaborasi, dan semangat melayani masyarakat. (rd)













