Palembang, bidiksumsel.com – Pemerintah Kota Palembang mulai mematangkan persiapan besar-besaran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa seluruh langkah strategis akan dioptimalkan demi menjamin kenyamanan warga serta kelancaran arus mudik.
Hal tersebut disampaikan Ratu Dewa saat mengikuti rapat bersama Menteri Perhubungan RI dalam rangka persiapan angkutan Lebaran 2026 yang digelar di Griya Agung, Rabu (25/2/2026).
Orang nomor satu di kota tertua di Indonesia itu memastikan sebanyak 850 personel telah disiapkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik. Personel tersebut akan ditempatkan di tujuh posko strategis, termasuk posko internal Dinas Perhubungan dan posko gabungan bersama instansi terkait.
“Fokus utama kami adalah memastikan perjalanan masuk dan keluar Palembang berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegas Ratu Dewa.
Menurutnya, lonjakan mobilitas masyarakat menjelang dan sesudah Lebaran harus diantisipasi sejak dini. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar potensi kemacetan dan gangguan keamanan dapat ditekan seminimal mungkin.
Salah satu perhatian utama Pemkot Palembang adalah arus kendaraan bertonase besar yang kerap menjadi pemicu kemacetan di jam sibuk. Untuk itu, Ratu Dewa mengusulkan agar Terminal Karya Jaya difungsikan sebagai lokasi parkir sementara bagi kendaraan besar.
Selain itu, kendaraan bertonase besar diusulkan hanya boleh memasuki wilayah kota setelah pukul 21.00 WIB guna mengurangi kepadatan lalu lintas pada jam-jam produktif.
“Usulan ini masih menunggu izin resmi dari Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.
Langkah tersebut dinilai sebagai solusi taktis untuk menjaga kelancaran arus kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang meningkat signifikan selama musim mudik.
Tak hanya pengaturan lalu lintas, Ratu Dewa juga mengusulkan penambahan dua koridor Feeder LRT Sumsel dengan wilayah prioritas Kertapati, Plaju, dan Alang-Alang Lebar.
Penambahan koridor ini bertujuan memperluas jangkauan transportasi massal serta mempermudah mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
“Tujuannya untuk memperluas jangkauan transportasi massal dan mempermudah mobilitas masyarakat saat musim mudik,” jelasnya.
Dengan optimalisasi transportasi publik, diharapkan masyarakat lebih memilih moda massal dibandingkan kendaraan pribadi, sehingga beban lalu lintas di jalan utama dapat berkurang.
Dalam rapat tersebut, Ratu Dewa juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Palembang dan Kementerian Perhubungan. Koordinasi yang solid dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan pengamanan dan pelayanan arus mudik berjalan maksimal.
“Kami berharap pengamanan dan pelayanan arus mudik berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu, perluasan LRT akan sangat membantu masyarakat Palembang dalam menghadapi lonjakan mobilitas saat Lebaran,” ujarnya.
Dengan kesiapan personel, pengaturan kendaraan bertonase besar, serta rencana perluasan layanan transportasi massal, Pemkot Palembang optimistis arus mudik dan balik Idul Fitri 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (rd)













