Audiensi Strategis! Ketua DPRD OI Komit Kawal Pengawasan Partisipatif

ist

Ogan Ilir, bidiksumsel.com – Upaya memperkuat kualitas demokrasi di Kabupaten Ogan Ilir terus digencarkan. Senin (9/2/2026) menjadi momentum penting ketika jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Ogan Ilir (Bawaslu) melakukan audiensi strategis dengan Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir, H. Edwin Cahya Putra.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut bukan sekadar silaturahmi kelembagaan. Lebih dari itu, audiensi ini menjadi ruang diskusi serius dalam merancang penguatan pendidikan politik dan pengembangan program pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Rombongan Bawaslu dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Ogan Ilir, Dewi Alhikmah Wati. Ia hadir bersama jajaran Anggota sekaligus Koordinator Divisi (Kordiv), Kepala Sekretariat, Kasubbag Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P2HP), serta Kasubbag Pengawasan dan Humas. Kehadiran lengkap unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan Bawaslu dalam membangun sinergi konkret dengan lembaga legislatif.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Edwin Cahya Putra di ruang kerjanya. Dalam suasana dialog yang terbuka, kedua belah pihak membahas pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menjaga kualitas demokrasi di Bumi Caram Seguguk.

Dewi Alhikmah Wati menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak bisa hanya bertumpu pada lembaga pengawas. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah dan menekan potensi pelanggaran.

“Kami berharap melalui kolaborasi dengan DPRD ke depan, program pendidikan politik dan pengawasan partisipatif dapat lebih masif menyentuh seluruh lapisan masyarakat Ogan Ilir. Sinergi ini sangat krusial untuk memastikan nilai-nilai demokrasi tetap terjaga dengan baik,” ungkap Dewi.

Menurutnya, pendidikan politik yang sehat bukan sekadar sosialisasi menjelang pemilu. Ia harus dibangun secara berkelanjutan agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih sekaligus sebagai pengawas. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek politik lima tahunan, tetapi benar-benar menjadi subjek yang sadar akan proses demokrasi.

Ketua DPRD Ogan Ilir, Edwin Cahya Putra, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai, langkah Bawaslu untuk menggandeng DPRD merupakan strategi tepat dalam memperluas jangkauan edukasi politik hingga ke desa-desa.

“DPRD Ogan Ilir mendukung penuh langkah Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat. Kami siap berkolaborasi dalam berbagai kegiatan ke depan agar masyarakat tidak hanya menjadi objek politik, tetapi juga subjek yang aktif mengawasi jalannya demokrasi,” tegas Edwin.

Ia menambahkan, lembaga legislatif memiliki jaringan komunikasi yang luas dengan konstituen di daerah pemilihan masing-masing. Potensi ini, jika disinergikan dengan program Bawaslu, diyakini mampu memperkuat pengawasan partisipatif hingga ke tingkat akar rumput.

Edwin juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik daerah. Menurutnya, iklim politik yang kondusif akan berdampak langsung pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan pelanggaran pemilu harus menjadi tanggung jawab bersama.

Pertemuan tersebut juga membahas kemungkinan penyusunan kerangka kerja sama yang lebih sistematis. Kolaborasi tidak hanya dalam bentuk seminar atau sosialisasi, tetapi juga melalui kegiatan edukatif yang menyasar pemilih pemula, kelompok perempuan, organisasi masyarakat, hingga komunitas desa.

Kedua lembaga sepakat bahwa tantangan demokrasi ke depan semakin kompleks. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, potensi politik uang, hingga polarisasi sosial menjadi persoalan yang harus diantisipasi melalui edukasi berkelanjutan.

Dengan terjalinnya komunikasi awal ini, DPRD dan Bawaslu Ogan Ilir berkomitmen untuk segera merumuskan langkah teknis pelaksanaan program kolaboratif. Harapannya, sinergi tersebut mampu menciptakan budaya politik yang lebih matang, partisipatif, dan bertanggung jawab.

Audiensi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu pun ditutup dengan semangat kebersamaan. Kedua belah pihak sepakat bahwa demokrasi yang sehat tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui kolaborasi, edukasi, dan keterlibatan aktif masyarakat.

Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, langkah DPRD Ogan Ilir bersama Bawaslu ini menjadi sinyal kuat bahwa penguatan demokrasi daerah tidak hanya menjadi slogan, melainkan agenda nyata yang sedang dan akan terus diperjuangkan. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *