Viral Video Aksi di Kantor TSM, Ibu-Ibu Royyan Mulia Tegaskan : Itu Bukan Suara Mayoritas!

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Terkait aksi warga yang terjadi di kantor PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM) pada 03 Februari 2026, sejumlah ibu-ibu dari Perumahan Royyan Mulia akhirnya angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa aksi dan video yang beredar luas di media sosial, yang mengatasnamakan warga Royyan, tidak mencerminkan sikap mayoritas warga di lingkungan perumahan tersebut. Rabu, 11 Februari 2026.

Pernyataan itu disampaikan oleh beberapa perwakilan warga, yakni Oy, Sr, Ln, dan Dk, yang mengaku selama ini aktif berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Mereka menyampaikan klarifikasi secara kompak bahwa tindakan yang terlihat dalam video viral tersebut hanya dilakukan oleh oknum tertentu.

“Tidak seluruh warga Royyan seperti yang ada di video yang beredar dan heboh itu. Cara penyampaiannya tidak tepat Pak, mengingat kami juga sudah sering berkomunikasi dengan pihak TSM dan komunikasi dengan TSM pun terjalin dengan baik. Itu hanya dilakukan oleh oknum saja Pak,” ujar mereka serempak.

Menurut para perwakilan warga, permasalahan yang terjadi seharusnya disampaikan dengan cara yang lebih santun dan beradab, apalagi menyangkut hubungan antara warga dengan pihak perusahaan.

Mereka menyayangkan jika aksi yang dilakukan secara emosional dan terekam dalam video justru menimbulkan kesan seolah seluruh warga Royyan Mulia berada dalam posisi yang sama. Padahal, kata mereka, komunikasi dengan pihak PT TSM selama ini berjalan baik dan terbuka.

Para ibu-ibu tersebut juga mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus tetap berada dalam koridor norma sosial dan etika.

Dalam pernyataan mereka, warga Royyan Mulia menekankan bahwa penyelesaian persoalan jauh lebih baik dilakukan melalui jalur komunikasi yang santun dan berimbang, tanpa tindakan yang berpotensi memancing konflik.

Mereka berharap persoalan yang menjadi pemicu aksi dapat dibicarakan secara kekeluargaan dengan pihak PT TSM, tanpa mencederai etika serta tidak melanggar aturan hukum yang berlaku.

“Harapan kami, permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik-baik melalui komunikasi yang santun, dengan batas koridor-koridor norma, tanpa mencederai etika dan jangan sampai melanggar hukum yang berlaku,” ungkap mereka.

Para perwakilan warga juga berharap masyarakat luas, terutama pengguna media sosial, tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa video viral tersebut mewakili keseluruhan warga Perumahan Royyan Mulia.

Mereka menilai, di era digital saat ini, satu video dapat dengan cepat membentuk opini publik, meski kenyataannya tidak selalu sesuai dengan kondisi di lapangan.

Karena itu, mereka meminta semua pihak lebih bijak dalam menilai informasi, terlebih jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan stigma terhadap komunitas tertentu.

Dalam kesempatan tersebut, para ibu-ibu Royyan Mulia menegaskan bahwa mereka pada prinsipnya ingin menjaga hubungan baik antara warga dan PT TSM. Mereka menganggap perusahaan adalah bagian dari lingkungan yang juga harus diajak bekerja sama, bukan dijadikan lawan.

Mereka juga menilai bahwa penyelesaian masalah yang dilakukan dengan cara yang baik akan menghasilkan solusi yang lebih efektif, tanpa merugikan pihak mana pun.

Dengan adanya klarifikasi ini, warga berharap persoalan yang sempat memanas dapat kembali diredam, dan seluruh pihak dapat duduk bersama untuk mencari jalan keluar terbaik. (np)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *