Palembang, bidiksumsel.com – Pemerintah Kota Palembang melalui Lurah 8 Ulu, Indra Cahya, turun langsung meninjau lokasi banjir di Lorong Tembesu, RT 11 RW 03, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, pada Selasa sore. Langkah cepat ini diambil menyusul viralnya keluhan warga di media sosial terkait banjir yang tak kunjung surut, sekaligus desakan warga untuk mengganti Ketua RT setempat yang dinilai tak menjalankan fungsinya dengan baik. Selasa, 11 November 2025.
Warga Lorong Tembesu mengeluhkan bahwa genangan air sudah terjadi berulang kali setiap hujan turun, tanpa solusi nyata. Dalam unggahan yang ramai dibagikan di media sosial, warga juga menuding Ketua RT mereka tidak tanggap terhadap keluhan masyarakat dan terkesan “lepas tangan”.
Menanggapi situasi tersebut, Lurah 8 Ulu, Indra Cahya, memastikan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga. Ia menyampaikan bahwa upaya penanganan banjir menjadi prioritas utama Pemerintah Kelurahan sesuai dengan arahan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang menekankan pentingnya pembangunan dan pemeliharaan sistem drainase.
“Kita sudah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan drainase, khususnya di Lorong Tembesu ini. Pemerintah Kelurahan berkomitmen untuk memperkuat dan memperlancar aliran air agar genangan tidak terjadi lagi,” jelas Indra Cahya.
Menurutnya, kondisi drainase yang tidak optimal menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pihak kelurahan akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar pembangunan dan normalisasi saluran air dapat segera direalisasikan.
“Besok, Rabu (12/11/2025), kami akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait untuk mencari solusi teknis terbaik. Tujuannya agar genangan air di RT 11 bisa diminimalisir,” tambahnya.
Selain fokus pada perbaikan drainase, pihak Kelurahan juga akan meninjau aspek sosial dan administratif di tingkat RT/RW, termasuk mendengar aspirasi warga yang meminta pergantian Ketua RT. Pemerintah Kelurahan menegaskan bahwa setiap keputusan harus tetap sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku, bukan hanya berdasarkan tekanan publik semata.
Indra Cahya juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara warga dan perangkat RT dalam menjaga lingkungan agar tidak terjadi penyumbatan saluran akibat sampah rumah tangga. Ia berharap masyarakat turut aktif dalam kegiatan gotong royong untuk memperkuat sistem kebersihan lingkungan.
Sementara itu, beberapa warga yang ditemui di lokasi berharap agar peninjauan ini tidak hanya bersifat simbolis. Mereka meminta agar perbaikan drainase benar-benar dilakukan, mengingat setiap hujan deras selalu menyebabkan air menggenang hingga masuk ke rumah-rumah warga.
“Kami sudah sering lapor, tapi belum ada tindakan nyata. Mudah-mudahan setelah viral ini, pemerintah benar-benar membantu,” ujar salah satu warga, yang enggan disebut namanya. (bd)













