Palembang, bidiksumsel.com – Suasana hangat dan khusyuk menyelimuti Griya Agung, kediaman resmi Gubernur Sumatera Selatan, Senin pagi. Di tengah udara sejuk Palembang yang masih dibasahi rintik hujan usai upacara Hari Pahlawan, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu dalam acara pengajian bertema “Membangun Integritas Melalui Teladan Akhlak Rasulullah SAW.”
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel Hj. Feby Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang bersama Lidyawati Cik Ujang, serta sejumlah tokoh penting lainnya.
Tampak pula hadir Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Sekda Provinsi Sumsel Edward Candra, Ketua DWP Sumsel Desy Edward, Ketua Kormi Sumsel Samantha Tivani, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Ustadz Maulana, salah satu pendakwah kondang yang dikenal luas melalui dakwahnya yang lembut, penuh semangat, dan menyentuh hati. Dalam tausiyahnya, Ustadz Maulana menekankan bahwa inti dari integritas adalah akhlak yang baik, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
“Kalau ingin jadi orang berintegritas, jangan mulai dari jabatan, tapi dari hati. Akhlak yang baik akan membawa seseorang dipercaya oleh manusia dan dicintai oleh Allah,” tutur Ustadz Maulana yang disambut anggukan dan senyum jamaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran dan keikhlasan dalam bekerja. Menurutnya, ketenangan hidup tidak didapat dari banyaknya harta, tapi dari kebersihan hati dan kesungguhan dalam berbuat baik.
“Kita sering cari tenang lewat liburan, tapi Nabi menunjukkan ketenangan justru lewat dzikir dan sabar. Kalau hati jujur dan niat lurus, hidup akan terasa ringan,” tambahnya dengan gaya khas yang jenaka namun penuh makna.
Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pengajian ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya rutinitas spiritual, melainkan sarana untuk memperkuat karakter dan integritas aparatur pemerintahan.
“Integritas itu fondasi utama dalam pelayanan publik. Akhlak Rasulullah adalah cermin yang harus kita tiru. Kita ingin ASN dan masyarakat Sumsel bekerja dengan hati, melayani dengan ketulusan, dan menjadikan setiap langkah sebagai ibadah,” ujar Herman Deru disambut tepuk tangan para jamaah.
Menurut Deru, kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di Griya Agung merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi memperkuat nilai moral dan spiritual di tengah dinamika pembangunan daerah. Ia berharap semangat ini menular ke seluruh lapisan masyarakat.
“Pembangunan itu tidak cukup dengan fisik dan ekonomi saja. Kita juga harus membangun jiwa yang berakhlak. Kalau hati bersih, kebijakan pun akan bersih,” tambahnya.
Pengajian yang berlangsung hampir dua jam itu diwarnai suasana haru dan khidmat. Jamaah yang terdiri dari ASN, tokoh masyarakat, dan tamu undangan tampak larut dalam lantunan shalawat serta doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Di penghujung acara, Ustadz Maulana memimpin doa bersama memohon agar masyarakat Sumatera Selatan senantiasa diberi keberkahan, keamanan, dan pemimpin yang amanah. Herman Deru bersama istri terlihat menundukkan kepala, meneteskan air mata haru saat doa dipanjatkan.
Acara diakhiri dengan ramah tamah sederhana di halaman belakang Griya Agung. Para tamu tampak antusias berfoto dan bersalaman dengan Ustadz Maulana, yang tetap melayani dengan senyum ceria khasnya. (rd)













