Momen Haru di Taman Makam Pahlawan Siguntang, Herman Deru : “Mereka Berkorban, Kini Giliran Kita Mengabdi!”

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang, Palembang, Senin pagi. Rintik hujan yang turun sejak pagi tak menyurutkan langkah para peserta upacara memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025. Di bawah payung dan jas hujan yang basah, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berdiri tegap memimpin upacara dengan penuh hormat.

Upacara berlangsung sederhana, namun sarat makna. Derap langkah peserta, deru suara komando, dan lantunan doa untuk para pahlawan menjadi simbol penghormatan mendalam kepada mereka yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Dalam amanatnya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa makna Hari Pahlawan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata. Menurutnya, penghormatan sejati kepada para pahlawan justru diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata dan etos kerja di masa kini.

“Ayo kita perbaiki etos kerja, semangat melayani. Kita lihat, kita ingat bahwa pahlawan kita berkorban. Kita diberi tanggung jawab untuk menjalankan roda pemerintahan yang dicita-citakan para pahlawan kita,” ujar Herman Deru penuh semangat di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, Herman Deru menyampaikan bahwa generasi masa kini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda dari para pahlawan terdahulu. Jika dulu mereka mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka kini perjuangan dilakukan melalui kerja keras, dedikasi, dan kejujuran dalam membangun daerah serta bangsa.

“Mengenang saja tidak cukup. Kita harus meneruskan semangat perjuangan itu dalam tindakan nyata. Jadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai fondasi kita bekerja dan mengabdi untuk masyarakat,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa perjuangan para pahlawan telah menanamkan nilai keikhlasan, persatuan, dan tanggung jawab moral. Semangat itu harus terus diwariskan, terutama kepada generasi muda Sumatera Selatan, agar mereka tidak melupakan sejarah dan tetap berjiwa nasionalis di tengah kemajuan zaman.

Selepas upacara, Gubernur bersama jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan melanjutkan kegiatan dengan ziarah dan tabur bunga di makam para pahlawan. Butiran hujan yang terus turun seolah menjadi simbol haru atas pengorbanan yang tak ternilai.

Di antara barisan batu nisan yang berjajar rapi, Herman Deru tampak menundukkan kepala sejenak, berdoa khusyuk mengenang jasa mereka yang telah gugur. “Inilah cara kita mengenang, tapi lebih dari itu kita harus menjaga amanah kemerdekaan ini dengan kerja yang nyata,” ucapnya lirih kepada wartawan usai ziarah.

Peringatan Hari Pahlawan ke-80 tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk meneguhkan kembali semangat gotong royong, nasionalisme, dan dedikasi pelayanan publik. Herman Deru menilai bahwa nilai kepahlawanan dapat diimplementasikan melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan pembangunan berkeadilan.

“Pahlawan dulu berjuang demi masa depan bangsa. Sekarang tugas kita memastikan bahwa perjuangan itu tidak berhenti di tengah jalan,” tuturnya.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan sosial dan semangat persaudaraan lintas generasi di Sumatera Selatan. Dalam konteks pembangunan daerah, hal ini berarti mengedepankan kerja kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *