Fadli Zon Lantik Pengurus PPFI Sumsel di Museum SMB II : “Perangko Itu Cermin Sejarah Bangsa”

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PPFI) yang juga Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi melantik Pengurus Daerah PPFI Sumatera Selatan Masa Bakti 2024–2029 di Halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (20/10/2025).

Acara pelantikan berlangsung meriah dan sarat makna kebangsaan. Ratusan tamu undangan, pegiat budaya, hingga komunitas filateli dari berbagai daerah hadir memeriahkan momentum bersejarah ini.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa kegiatan filateli bukan sekadar hobi mengoleksi perangko, tetapi juga wadah untuk memahami sejarah bangsa, menumbuhkan disiplin, dan memperkaya wawasan kebudayaan nasional.

“Filateli ini tidak hanya sekadar tentang perangko. Melalui perangko kita bisa belajar tentang sejarah, tokoh bangsa, dan perjalanan peradaban. Meskipun kita sudah berada di era digital, seluruh dunia masih memproduksi perangko. Bahkan perangko kini menjadi artefak sejarah yang bernilai tinggi,” ujar Fadli Zon.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon juga mengumumkan peluncuran 80 desain perangko khusus dalam rangka memperingati 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 79 perangko mengangkat tema kemerdekaan, sementara 1 desain khusus didedikasikan untuk mengenang pendiri PPFI.

Menurut Fadli, perangko pertama di Indonesia diterbitkan pada tahun 1864, menandai dimulainya perjalanan panjang dunia filateli di Tanah Air. Ia menegaskan bahwa perangko bukan hanya alat pos, tetapi cermin identitas dan perjalanan bangsa.

“Pameran ini kami hadirkan agar dapat dinikmati masyarakat dan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat para pendiri bangsa melalui koleksi perangko,” jelasnya.

Fadli Zon juga mengangkat kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Palembang. Menurutnya, Sungai Musi bukan hanya urat nadi ekonomi, tetapi juga saksi peradaban tua yang melahirkan kebudayaan besar di Nusantara.

“Bisa jadi Palembang ini lebih tua dari yang kita ketahui. Di mana ada sungai, di situ ada peradaban. Dan kebudayaan bukan hanya seni dan kesenian, tetapi juga bahasa, sastra, film, hingga budaya digital,” ungkapnya.

Fadli menegaskan, Indonesia merupakan bangsa adikuasa dalam bidang kebudayaan, dan pendirian Kementerian Kebudayaan oleh Presiden merupakan bukti nyata komitmen negara menjaga warisan leluhur.

“Mari kita jaga kebudayaan yang kita miliki. Museum harus kita rawat dan perindah. Ini kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta para budayawan dan komunitas kebudayaan,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Fadli Zon dan pelaksanaan pelantikan PPFI Sumsel di Bumi Sriwijaya.

“Kehadiran Bapak Fadli Zon tentu menjadi spirit tersendiri bagi aktivitas kebudayaan di Sumsel. Kami berharap bimbingan dan perhatian dari pusat agar potensi budaya di kota Palembang, yang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, dapat terus dikembangkan,” ujar Herman Deru.

Herman Deru menilai, kegiatan pelantikan dan pameran perangko ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan hobi filateli dan memperkuat jejaring antar pecinta perangko di tingkat nasional maupun internasional.

Acara pelantikan turut dirangkaikan dengan pameran perangko bertema “Para Pendiri Bangsa dan Jumpa Museum”, yang menampilkan berbagai koleksi langka dan bersejarah dari dalam maupun luar negeri.

Pameran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Palembang, terutama pelajar dan mahasiswa yang hadir untuk mengenal lebih dekat nilai sejarah melalui perangko.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, Para Kepala OPD Provinsi Sumatera Selatan, Forkopimda Kota Palembang, serta para penggiat budaya dan komunitas filateli.

Pelantikan PPFI Sumsel dan pameran perangko ini menjadi simbol kebangkitan kembali minat masyarakat terhadap koleksi budaya dan sejarah. Di tengah arus digitalisasi, filateli membuktikan diri tetap relevan bukan sekadar hobi klasik, melainkan sarana pendidikan, diplomasi budaya, dan pelestarian identitas bangsa.

Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, komunitas, dan pecinta budaya, Sumatera Selatan diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan filateli nasional, sekaligus rumah bagi generasi muda yang ingin memahami sejarah bangsa lewat perangko. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *