Prestasi Akademik! Unsri Kukuhkan Prof. Farida & Prof. Muslim sebagai Guru Besar

fhoto : ist

Universitas Sriwijaya Kukuhkan Dua Guru Besar, Pempek Palembang Jadi Sorotan

Palembang, bidiksumsel.com – Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menorehkan pencapaian akademik dengan mengukuhkan dua guru besar dari bidang keilmuan yang berbeda. Mereka adalah Prof. Dr. Farida R. Wargadalem, M.Si dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Prof. Dr. Muslim, S.Pi., M.Si dari Fakultas Pertanian.

Acara pengukuhan berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi Unsri, Indralaya, pada Jumat (21/2/2025) dan dihadiri oleh kalangan akademisi, mahasiswa, serta tamu undangan penting, termasuk Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumatera Selatan, H. Awaluddin, yang merupakan mahasiswa dari Prof. Dr. Farida R. Wargadalem.

“Kami sangat bangga atas pencapaian dosen kami yang kini resmi menyandang gelar profesor. Ini menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Sumatera Selatan,” ujar H. Awaluddin.

Pempek Palembang sebagai Warisan Budaya dan Identitas

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Farida R. Wargadalem mengangkat tema unik : “Pempek Palembang, Sejarah dan Identitas.” Ia menjelaskan bahwa pempek bukan sekadar makanan khas, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam.

– Pempek sebagai simbol identitas masyarakat Palembang
– Dikenal di tingkat nasional hingga internasional
– Memiliki filosofi dan sejarah panjang dalam budaya Palembang

“Pempek telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Palembang selama berabad-abad. Ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang bagaimana pempek mencerminkan budaya dan sejarah kita,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, H. Awaluddin menegaskan pentingnya melestarikan pempek sebagai bagian dari kearifan lokal Sumatera Selatan. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah dan proses pembuatannya.

“Jangan sampai generasi mendatang hanya tahu makan pempek tanpa mengetahui sejarah dan cara pembuatannya. Ini adalah warisan budaya kita yang harus dijaga,” tuturnya.

Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

Selain membahas pempek, H. Awaluddin juga menyoroti pentingnya pendidikan berbasis kearifan lokal. Dengan bertambahnya guru besar di FKIP Unsri, kualitas pendidikan di Sumatera Selatan diharapkan semakin meningkat.

Beberapa poin penting yang dibahas :
– Kurikulum muatan lokal untuk mengenalkan budaya daerah kepada siswa
– Mendorong riset dan inovasi berbasis kearifan lokal
– Meningkatkan peran guru dalam pengajaran budaya daerah

“Kami terus berupaya agar pendidikan di Sumsel tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga memperkenalkan budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda,” tambahnya.

Dampak Positif bagi Dunia Pendidikan

Pengukuhan dua guru besar ini diharapkan membawa dampak positif bagi dunia akademik dan pendidikan di Sumatera Selatan. Dengan kehadiran akademisi berpengalaman, diharapkan semakin banyak penelitian dan inovasi yang dapat diterapkan untuk kemajuan daerah, termasuk dalam upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal.

Sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi terkemuka di Sumatera Selatan, Unsri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Pengukuhan guru besar ini menjadi bukti nyata bahwa Unsri terus melahirkan akademisi berkualitas dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *