OKI, bidiksumsel.com – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) beberapa hari terakhir dilanda kejadian yang memprihatinkan, yaitu kematian mendadak ratusan kerbau di beberapa kecamatan. Dalam menangani situasi ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI telah mengambil sejumlah langkah mitigasi untuk mengidentifikasi penyebabnya serta mencegah penularan lebih lanjut.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI, Dedy Kurniawan, S. STP, M. Si, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji sampel untuk memastikan penyebab kematian kerbau tersebut. Hasil pengujian laboratorium di Balai Veteriner Lampung menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda keracunan. Namun, berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan klinis, gejala yang muncul menunjukkan adanya penyakit Septiceimia Epizootica (SE).
Dalam menanggapi situasi ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI telah melakukan langkah-langkah konkret sejak menerima laporan dari masyarakat. Langkah-langkah tersebut antara lain:
1. Penguburan Bangkai : Kerbau yang mati segera dikuburkan untuk mencegah penularan lebih lanjut.
2. Disinfeksi Massal : Kandang kerbau disemprot dengan disinfektan secara massal.
3. Pengobatan Serentak : Kerbau yang masih hidup mendapat pengobatan secara serentak.
4. Vaksinasi : Upaya vaksinasi dilakukan untuk mencegah penularan penyakit.
5. Surveilans : Pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi kesehatan kerbau dilakukan secara intensif.
Dedy menjelaskan bahwa adanya kematian kerbau pasca vaksinasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
– Kerbau yang sudah terjangkit kuman SE namun tidak menunjukkan gejala sakit.
– Pembentukan kekebalan tubuh yang belum sempurna karena baru mendapat vaksin pertama.
– Intensitas pemindahan ternak dari zona tertular ke zona steril.
– Investasi parasit darah yang ada.
Hingga saat ini, petugas di lapangan masih aktif melakukan pengobatan dan hanya libur pada hari Rabu lebaran lalu. Data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI mencatat bahwa jumlah kematian ternak kerbau telah mencapai 431 ekor.
Langkah-langkah mitigasi yang diambil oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI termasuk:
– Memaksimalkan kebersihan kandang.
– Memastikan kualitas pakan.
– Pemberian multivitamin dan suplemen lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
Dedy juga menghimbau para peternak untuk tetap melanjutkan vaksinasi peliharaan mereka, karena tidak ada efek samping yang terbukti dari vaksinasi tersebut. (red)







