Silaturahmi Akbar Zuriat Kemas H. Abdurrahman Hadir dari Berbagai Kota di Indonesia dan Australia 

Palembang, bidiksumsel.com,-

Upaya mempererat tali kekeluargaan dan menjaga hubungan antargenerasi terus dilakukan para zuriat Kemas H. Abdurrahman bin Kemas H. Abdul Majid. Salah satunya melalui kegiatan Silaturahmi Akbar yang digelar di Gedung Rafah Tower UIN Raden Fatah Palembang, Jalan Prof. KH Zainal Abidin Fikri, Palembang, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para keturunan Kemas H. Abdurrahman bin Kemas H. Abdul Majid untuk kembali bertemu, mengenal satu sama lain, sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan yang telah terjalin lintas generasi.

Silaturahmi akbar ini mengusung sejumlah jargon yang sarat makna kekeluargaan dan nilai keagamaan, di antaranya “Bersama Keluarga Kita Rajut Kembali Ikatan Keturunan dalam Cinta, Doa dan Keberkahan”, “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Keturunan Menuju Ridha Allah SWT”, serta “Warisan Keluarga adalah Amanah, Menjaga Silaturahmi adalah Ibadah.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Palembang.

Ketua panitia, H. Kemas Abdul Hamid bin H. Kemas Ahmad, yang merupakan generasi ketiga dari Kemas H. Abdurrahman bin Kemas H. Abdul Majid, mengatakan silaturahmi akbar tersebut merupakan bagian dari upaya keluarga untuk merealisasikan gagasan mempertemukan kembali seluruh zuriat.

Menurutnya, gagasan untuk menggelar pertemuan besar keluarga tersebut telah muncul sejak 2016. Inisiatif itu kemudian terus dikembangkan sebagai upaya menghimpun para keturunan Kemas H. Abdurrahman yang tersebar di berbagai daerah.

“Ini atas inisiatif keluarga untuk menyelenggarakan pertemuan seluruh zuriat. Alhamdulillah, dengan ridha Allah SWT, kegiatan ini dapat terlaksana,” ujar H. Kemas Abdul Hamid.

Ia mengungkapkan, Silaturahmi Akbar tersebut diikuti 361 peserta yang berasal dari 154 kepala keluarga (KK). Para peserta datang tidak hanya dari Kota Palembang, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa di antaranya berasal dari Cilacap, Pekanbaru, Banjarmasin, Medan dan sejumlah daerah lainnya. Bahkan, terdapat anggota keluarga yang secara khusus pulang dari Australia untuk menghadiri pertemuan keluarga tersebut.

“Alhamdulillah, peserta hadir dari berbagai kota, seperti Cilacap, Pekanbaru, Banjarmasin, Medan, dan daerah lainnya. Bahkan ada keluarga yang sengaja pulang dari Australia untuk mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Menjaga Warisan Keluarga

Lebih lanjut, H. Kemas Abdul Hamid menjelaskan bahwa Kemas H. Abdurrahman bin Kemas H. Abdul Majid dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat pada masanya.

Menurutnya, sosok tersebut tidak hanya dikenal di lingkungan keluarga, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusinya disebut antara lain melalui upaya menghimpun warga serta mendirikan tempat ibadah seperti musala.

“Beliau merupakan buyut kami yang dikenal sebagai tokoh masyarakat. Salah satu warisan yang terus kami jaga adalah semangat kebersamaan dan silaturahmi,” ujarnya.

Karena itu, pertemuan tersebut dinilai memiliki arti penting bagi para zuriat. Selain menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga besar, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi generasi yang lebih muda untuk mengenal kembali sejarah keluarga dan garis keturunannya.

Silaturahmi Akbar tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan berkumpul secara seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, membangun komunikasi antarzuriat, serta menjaga amanah keluarga agar tetap terpelihara dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dengan semakin tersebarnya anggota keluarga di berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri, pertemuan semacam ini dinilai penting untuk menjaga hubungan kekeluargaan agar tidak terputus oleh jarak dan waktu.

Para zuriat berharap Silaturahmi Akbar dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi agenda keluarga yang mampu mempertemukan generasi demi generasi.

Dengan demikian, nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan dan silaturahmi yang diwariskan para pendahulu dapat terus dijaga sekaligus ditanamkan kepada generasi penerus. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *