Bukan Sekadar Akademi Bola! Bang Gumay Siapkan Sekolah dan Asrama Gratis demi Lahirkan Pemain Top Sumsel

Palembang, bidiksumsel.com,-

Sumatera Selatan mulai menyiapkan langkah serius untuk melahirkan generasi pesepak bola berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan adalah pendirian Akademi Sumsel Semesta, sebuah pusat pembinaan sepak bola usia dini yang digagas Presiden Lahat FC, Selamat Raharjo Gumay.

Akademi tersebut dirancang tidak sekadar menjadi tempat latihan sepak bola, tetapi juga sebagai wadah pembentukan pemain profesional dengan sistem pembinaan terarah. Menariknya, para pemain yang terpilih nantinya direncanakan mendapatkan fasilitas pendidikan formal hingga tempat tinggal atau asrama selama mengikuti program pembinaan.

Gagasan besar ini muncul seiring tingginya minat dan antusiasme terhadap penyelenggaraan Selamat Raharjo Cup Festival Sepak Bola Usia Dini yang berlangsung pada 6-8 November 2026 di Lapangan Atletik Dalam Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.

Besarnya jumlah peserta yang ingin ambil bagian dalam turnamen tersebut menjadi gambaran bahwa Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan sepak bola usia dini.
Bahkan, jumlah klub yang mendaftar melampaui kapasitas yang mampu ditampung panitia.

Presiden Lahat FC yang juga bakal calon Ketua PSSI Provinsi Sumatera Selatan, Selamat Raharjo Gumay, SH, mengatakan tingginya animo peserta menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola di Bumi Sriwijaya.

Pria yang akrab disapa Bang Gumay itu mengungkapkan, untuk kategori sepak bola putra U-12, tercatat sebanyak 60 tim masuk dalam daftar tunggu atau waiting list. Namun, karena keterbatasan waktu dan jadwal pertandingan yang hanya berlangsung selama tiga hari, panitia akhirnya menetapkan 48 tim sebagai peserta.

“Alhamdulillah, hari ini dari waiting list 60, kita terima 48 turnamen sepak bola U-12 putra. Karena mengingat sudah terjadwal itu tiga hari, termasuk dengan pelaksanaan turnamen putri,” ungkap Selamat Raharjo, Sabtu (7/11/2026).

Antusiasme yang tidak kalah besar juga terlihat pada kategori sepak bola putri U-16. Jumlah tim yang mendaftarkan diri bahkan jauh melampaui perkiraan awal panitia.

Bang Gumay mengaku sebelumnya hanya memperkirakan sekitar empat tim yang akan mengikuti kompetisi sepak bola putri tersebut. Namun, di luar dugaan, terdapat 12 tim yang mendaftar, sementara sekitar 20 tim lainnya masih berada dalam daftar tunggu.

Melihat besarnya minat klub dan pemain muda, Bang Gumay berencana meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival pada masa mendatang. Ia bahkan membuka peluang menjadikan kompetisi tersebut sebagai agenda rutin bulanan dengan cakupan peserta yang lebih luas.

“Insya Allah akan kita perbaiki ke depannya, mungkin tidak akan kita batasi. Insya Allah akan kita laksanakan setiap bulan guna mengangkat bibit pemain,” ujarnya

Lebih jauh, Bang Gumay menegaskan bahwa Selamat Raharjo Cup bukan hanya menjadi ajang pertandingan untuk memperebutkan gelar juara. Kompetisi tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana memantau kemampuan sekaligus mengidentifikasi pemain muda yang memiliki bakat istimewa.

Dari sejumlah klub yang berpartisipasi, pihaknya mengaku telah menemukan beberapa pemain potensial yang dinilai memiliki kemampuan menjanjikan. Talenta-talenta tersebut diharapkan tidak berhenti hanya pada penampilan di turnamen, melainkan mendapatkan pembinaan lanjutan secara profesional dan berkesinambungan.

Atas dasar itulah, rencana pendirian Akademi Sumsel Semesta mulai dipersiapkan. Akademi ini nantinya akan menjadi pusat pengembangan pemain sepak bola usia dini dari berbagai kelompok umur.

Dalam konsep pembinaannya, setiap kelompok usia akan menjalani proses seleksi untuk menjaring 30 pemain terbaik. Mereka yang lolos akan mendapatkan pelatihan secara intensif dengan program yang disusun untuk meningkatkan kemampuan teknis, pemahaman permainan, serta kualitas individu sebagai calon pesepak bola profesional.

Target yang ingin dicapai pun terbilang ambisius. Bang Gumay tidak ingin pembinaan tersebut hanya berorientasi pada keikutsertaan dalam kompetisi usia dini atau Piala Soeratin.

Ia berharap akademi ini mampu menjadi tempat lahirnya pemain-pemain berkualitas yang dapat memperkuat klub besar di Indonesia hingga menembus kompetisi internasional.

“Di mana nanti akan kita seleksi dari setiap kalangan usia itu ada 30 pemain, akan kita bina. Persiapan kita bukan hanya sampai Soeratin. Supaya Sumsel ini mencetak pemain-pemain top nasional. Bahkan internasional, kalau bisa,” tegasnya.

Menurutnya, pemain muda yang memiliki kemampuan luar biasa harus memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat tanpa dibatasi oleh persoalan fasilitas maupun biaya pembinaan.

Bahkan, apabila terdapat pemain binaan yang menunjukkan kualitas dan mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan klub luar negeri, pihaknya berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan karier mereka.

Dengan demikian, Sumatera Selatan diharapkan tidak hanya menjadi daerah yang memiliki banyak pemain berbakat, tetapi juga mampu mencetak pesepak bola profesional yang mengharumkan nama daerah di berbagai kompetisi bergengsi.

Salah satu hal yang menjadi pembeda dalam konsep Akademi Sumsel Semesta adalah sistem pembinaan yang mengintegrasikan olahraga dengan pendidikan formal.

Bang Gumay menyadari bahwa masa depan seorang pemain sepak bola tidak boleh hanya bergantung pada prestasi di lapangan. Pendidikan tetap menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar para pemain muda memiliki bekal untuk menjalani kehidupan di masa mendatang.

Karena itu, pemain yang berhasil melewati proses seleksi direncanakan mendapatkan dukungan fasilitas pendidikan sekaligus tempat tinggal berupa mess atau asrama selama mengikuti program akademi.

Melalui fasilitas tersebut, para pemain diharapkan dapat menjalani latihan secara teratur, memperoleh pendidikan yang layak, serta mendapatkan lingkungan pembinaan yang mendukung perkembangan mereka.

“Konsepnya kita akan bina anak-anak itu, kita biayai, kita sekolahnya, akan kita masukkan di mess nanti di Akademi Sepak Bola Sumsel Semesta ini,” jelasnya.

Konsep ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak berbakat dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas latihan dan pendidikan sepak bola berkualitas.

Meski rencana pendirian Akademi Sumsel Semesta masih dalam tahap pengurusan perizinan, proses pencarian pemain potensial telah mulai dilakukan melalui berbagai kegiatan dan turnamen sepak bola usia dini.

Selamat Raharjo Cup menjadi salah satu sarana untuk melihat langsung kemampuan para pemain dari berbagai klub. Melalui pertandingan tersebut, tim pembina dapat mengamati potensi, keterampilan, serta perkembangan pemain yang nantinya berpeluang mengikuti seleksi akademi.

Bang Gumay juga memastikan proses penjaringan talenta akan dilakukan secara terbuka. Artinya, kesempatan untuk bergabung tidak hanya diberikan kepada pemain dari klub tertentu, tetapi juga terbuka bagi seluruh pemain muda yang memiliki kemampuan dan memenuhi kriteria pembinaan.

“Sekarang kita sedang mengurus perizinannya. Makanya dari kita melaksanakan kegiatan ini kita menseleksi berjalan. Kita terbuka,” pungkasnya.

Jika terealisasi sesuai rencana, Akademi Sumsel Semesta berpotensi menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem sepak bola usia dini di Sumatera Selatan.

Dengan dukungan pembinaan intensif, fasilitas pendidikan, serta asrama, akademi ini diharapkan mampu melahirkan generasi pesepak bola yang tidak hanya unggul dalam kemampuan bermain, tetapi juga memiliki pendidikan dan masa depan yang lebih terjamin.

Ambisi melahirkan pemain kelas nasional hingga internasional pun menjadi harapan baru bagi perkembangan sepak bola Sumatera Selatan ke depan. (Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *