Palembang, bidiksumsel.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan Kota Palembang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) X di Kantor DPC PPP Jalan Merdeka, Talang Semut, Palembang, Rabu (13/05/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting bagi partai berlambang Ka’bah untuk melakukan evaluasi besar-besaran sekaligus menyusun strategi politik menghadapi dinamika politik lima tahun mendatang.
Muscab X berlangsung dalam suasana penuh semangat konsolidasi dan harapan untuk mengembalikan kejayaan PPP di Kota Palembang. Selain membahas evaluasi kepengurusan sebelumnya, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat soliditas kader serta menyusun arah baru perjuangan partai di tingkat daerah.
Ketua DPW PPP Sumatera Selatan, Ahmad Palo, menegaskan bahwa pelaksanaan Muscab merupakan amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang wajib dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Menurutnya, Muscab bukan sekadar agenda pergantian pengurus, melainkan forum penting untuk mengevaluasi capaian partai dan menyusun langkah strategis ke depan. “Melalui Muscab ini, kami melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah dikerjakan selama lima tahun terakhir dan merumuskan program kerja untuk lima tahun ke depan,” ujar Ahmad Palo.
Ia menjelaskan, mekanisme pemilihan kepengurusan di PPP memiliki karakter berbeda dibandingkan sejumlah partai politik lain. Dalam Muscab, peserta tidak langsung memilih ketua DPC, melainkan memilih tim formatur yang nantinya bertugas menyusun struktur kepengurusan secara lengkap.
Dalam Muscab X tersebut, terpilih tujuh formatur yang terdiri dari empat perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC), satu perwakilan DPC yakni Muhammad Sulaiman, satu unsur DPW, serta satu perwakilan dari DPP PPP. Tim formatur inilah yang nantinya akan bermusyawarah untuk menentukan susunan kepengurusan baru DPC PPP Kota Palembang, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga jajaran pengurus harian lainnya.
Bagi PPP Sumsel, Muscab kali ini memiliki arti yang sangat penting. Ahmad Palo mengingatkan bahwa PPP pernah menjadi salah satu kekuatan politik besar di Kota Palembang dengan perolehan hingga 17 kursi legislatif. Namun, dalam beberapa periode terakhir, kekuatan partai mengalami penurunan signifikan hingga hanya menyisakan lima kursi.
Menurutnya, hasil Pemilu 2024 menjadi alarm penting bagi seluruh kader untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi politik dan konsolidasi organisasi. “Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi besar bagi kami. Kami berharap momentum Muscab ini menjadi langkah terbaik untuk memperbaiki dan membangkitkan kembali PPP di Kota Palembang,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Sulaiman menyatakan optimisme untuk kembali dipercaya memimpin PPP Kota Palembang pada periode berikutnya. Ia menilai pengalaman selama memimpin sebelumnya menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki kelemahan organisasi dan memperkuat basis dukungan partai.
“Dengan mengucap Bismillah, saya optimistis bisa kembali dipercaya memimpin PPP Kota Palembang. Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki kekurangan dan mengembalikan marwah PPP,” ungkap Sulaiman.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap tegak lurus terhadap arahan DPP maupun DPW PPP demi memperkuat soliditas internal partai. Menurutnya, dukungan dan bimbingan dari para senior partai sangat dibutuhkan agar PPP kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Kota Palembang.
Muscab X PPP Kota Palembang tidak hanya dipandang sebagai agenda internal partai semata, tetapi juga menjadi titik awal proses pembenahan organisasi menghadapi persaingan politik yang semakin ketat di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan konsolidasi yang lebih kuat, evaluasi menyeluruh, serta semangat kebangkitan yang terus digaungkan, PPP Palembang berharap mampu kembali merebut kepercayaan masyarakat dan memperkuat posisinya dalam peta politik Kota Palembang pada masa mendatang. (dkd)













