Lahat  

Bupati BZ Bergerak Cepat! Kadis PUPR Lahat Turun Langsung Cek Titik Banjir di Empat Wilayah

ist

Lahat, bidiksumsel.com – Pemerintah Kabupaten Lahat bergerak cepat merespons persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah permukiman warga saat curah hujan tinggi. Menindaklanjuti instruksi langsung Bupati Lahat, Bursah Zarnubi (BZ), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lahat, Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T., M.T., turun langsung melakukan peninjauan lapangan pada Kamis (07/05/2026).

Peninjauan tersebut difokuskan pada beberapa titik rawan banjir di kawasan perkotaan yang selama ini sering mengalami genangan air ketika hujan deras mengguyur. Didampingi tim teknis dari Dinas PUPR, Ir. Jeffran menyisir sejumlah saluran drainase di empat wilayah utama, yakni Kelurahan Pasar Bawah, Pasar Lama, Talang Jawa, dan Talang Banten.

Dari hasil pantauan di lapangan, ditemukan sejumlah persoalan yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir di kawasan tersebut. Selain sedimentasi yang menumpuk di saluran drainase, banyak ditemukan sampah yang menyumbat aliran air sehingga menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

Tak hanya itu, beberapa drainase juga dinilai sudah tidak mampu lagi menampung debit air kiriman saat intensitas hujan meningkat. Kondisi dimensi saluran yang sempit dan minim perawatan membuat aliran air tidak berjalan maksimal.

“Sesuai instruksi Bapak Bupati BZ untuk merespons cepat keluhan masyarakat, hari ini kami turun langsung memetakan masalah. Persoalan banjir di wilayah perkotaan seperti Pasar Bawah hingga Talang Banten ini menjadi prioritas utama untuk segera ditangani,” ujar Ir. Jeffran di sela-sela kegiatan peninjauan.

Menurutnya, langkah turun langsung ke lapangan penting dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi riil dan menentukan solusi yang tepat dalam penanganan banjir. Ia menegaskan bahwa persoalan drainase perkotaan memang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, Dinas PUPR Kabupaten Lahat akan segera menerjunkan alat berat serta pasukan biru untuk melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik yang mengalami penyumbatan. Pengerukan sedimen dan pembersihan sampah menjadi prioritas utama agar aliran air kembali lancar.

Langkah cepat tersebut diharapkan mampu menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi potensi genangan air di kawasan permukiman warga, khususnya ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan evaluasi teknis terhadap sistem drainase terintegrasi di wilayah perkotaan Kabupaten Lahat. Evaluasi ini bertujuan untuk mencari solusi jangka panjang agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap tahun.

Ir. Jeffran menilai, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan membersihkan saluran air, tetapi juga perlu adanya pembenahan sistem drainase yang lebih terencana dan sesuai dengan perkembangan kawasan perkotaan.

“Kedepannya akan dilakukan evaluasi teknis terhadap sistem drainase terintegrasi agar luapan air tidak kembali terjadi di masa mendatang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis PUPR juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran drainase maupun sungai.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga fungsi drainase tetap berjalan optimal. Sebab, banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air.

“Kerja keras pemerintah akan sia-sia tanpa dukungan masyarakat. Mari kita jaga bersama saluran air ini agar fungsinya tetap optimal,” pungkasnya.

Langkah responsif Pemerintah Kabupaten Lahat ini mendapat perhatian positif dari masyarakat yang selama ini mengeluhkan banjir tahunan di sejumlah titik kota. Warga berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar mampu memberikan solusi permanen terhadap persoalan banjir yang sudah lama terjadi.

Dengan gerak cepat yang dilakukan pemerintah daerah, diharapkan wilayah-wilayah rawan genangan di Kabupaten Lahat dapat segera tertangani, sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu setiap musim hujan tiba. (agusman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *