Muba, bidiksumsel.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga AP, secara resmi mengajak seluruh putra-putri daerah untuk memanfaatkan peluang emas melalui Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit 2026 yang akan dilaksanakan di AKPY-STIPER Yogyakarta.
Ajakan tersebut bukan sekadar himbauan biasa. Herryandi menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di industri perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang pesat.
Menurutnya, program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya mendukung visi dan misi Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet bersama Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen dalam mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat. Ia juga menekankan bahwa program ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Musi Banyuasin.
“Program ini bukan sekadar bantuan pendidikan biasa, tetapi menjadi langkah nyata untuk menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten di sektor unggulan daerah. Ini juga sejalan dengan visi Muba untuk maju lebih cepat melalui penguatan kualitas SDM,” tegas Herryandi Sinulingga. Jumat, 27 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program beasiswa SDM Sawit 2026 memiliki nilai lebih dibandingkan program beasiswa pada umumnya. Selain memberikan pendidikan gratis, program ini juga menawarkan jaminan peluang kerja hingga 80 persen sebelum mahasiswa lulus.
“Artinya, para peserta tidak hanya mendapatkan pendidikan berkualitas, tetapi juga memiliki peluang besar untuk langsung terserap di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.
Sejalan dengan komitmen tersebut, sosialisasi Program Beasiswa SDM Sawit 2026 direncanakan akan digelar pada April mendatang di SMK Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin. Sosialisasi ini akan menghadirkan narasumber utama, yakni dosen AKPY-STIPER Yogyakarta, Arief Panca Putra, STP., M.Si.
Dalam kesempatan terpisah, Arief Panca Putra menekankan pentingnya program ini sebagai bentuk investasi strategis bagi masa depan industri perkebunan Indonesia, khususnya sektor kelapa sawit.
Menurutnya, program beasiswa ini membuka peluang besar bagi anak-anak petani dan masyarakat perkebunan untuk mengakses pendidikan vokasi terbaik yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Program Beasiswa SDM Sawit 2026 ini adalah investasi untuk memastikan putra-putri petani dan masyarakat perkebunan memiliki kesempatan belajar di lembaga pendidikan vokasi yang unggul. Kami di AKPY-STIPER berkomitmen menjadi ‘Center of Excellence’ dengan kurikulum yang relevan dan sesuai kebutuhan industri,” ujar Arief.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Disnakertrans Musi Banyuasin untuk menjaring generasi muda terbaik yang berminat mengembangkan kompetensi di bidang perkebunan kelapa sawit.
“Kami ingin menjaring generasi muda Muba yang memiliki semangat belajar tinggi dan siap mengembangkan potensi diri di sektor perkebunan. Ini menjadi kesempatan besar yang tidak boleh dilewatkan,” tegasnya.
Program Beasiswa SDM Sawit 2026 memberikan kesempatan kepada calon peserta untuk memilih jenjang pendidikan vokasi sesuai minat dan kemampuan. Terdapat dua pilihan program pendidikan yang tersedia.
Program pertama adalah Diploma 1 (D1) yang berfokus pada pembibitan dan pemeliharaan kelapa sawit dengan masa studi selama satu tahun. Program ini cocok bagi peserta yang ingin segera terjun ke dunia kerja dengan keterampilan teknis yang spesifik.
Sementara itu, program kedua adalah Diploma 2 (D2) yang berfokus pada teknik pengolahan dan budidaya kelapa sawit dengan masa pendidikan selama dua tahun. Program ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan dan pengembangan industri kelapa sawit secara berkelanjutan.
Salah satu daya tarik utama dari program ini adalah fasilitas beasiswa penuh yang diberikan kepada peserta terpilih. Seluruh kebutuhan pendidikan dan penunjang kehidupan mahasiswa telah disiapkan secara komprehensif.
Fasilitas yang diberikan meliputi tiket pesawat pulang-pergi serta biaya transportasi lokal selama masa pendidikan. Selain itu, setiap mahasiswa juga akan mendapatkan sarana belajar berupa laptop dan e-book untuk mendukung proses pembelajaran.
Tidak hanya itu, peserta juga akan menerima uang saku bulanan, jaminan kesehatan, serta perlindungan keselamatan kerja. Seluruh biaya pendidikan, mulai dari biaya kuliah, praktik lapangan, magang industri, uji kompetensi hingga wisuda, ditanggung sepenuhnya oleh program beasiswa.
Para penerima beasiswa juga akan mendapatkan seragam, atribut pendidikan, serta layanan konseling yang bertujuan mendukung pengembangan mental dan karakter mahasiswa.
Program ini terbuka bagi berbagai kalangan yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit. Sasaran peserta meliputi pekebun kelapa sawit, anak pekebun, karyawan perkebunan, keluarga karyawan, pengurus asosiasi atau kelembagaan, serta aparatur sipil negara (ASN) dan penyuluh di bidang perkebunan.
Adapun persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain lulusan SMA, SMK, atau MA dari semua jurusan. Peserta juga diwajibkan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
Dokumen yang harus disiapkan meliputi fotokopi ijazah serta kartu identitas seperti KTP atau SIM. Selanjutnya, peserta akan mengikuti serangkaian tahapan seleksi, yaitu tes tertulis, wawancara, serta pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.
Pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit 2026 dilakukan secara daring atau online. Periode utama pendaftaran dijadwalkan berlangsung antara Mei hingga Agustus 2026.
Masyarakat yang berminat dapat memperoleh informasi lebih lengkap melalui portal resmi beasiswa maupun situs resmi kampus penyelenggara. Selain itu, tersedia pula layanan hotline yang dapat dihubungi untuk mendapatkan penjelasan teknis terkait proses pendaftaran.
Dengan berbagai fasilitas yang lengkap serta peluang kerja yang menjanjikan, program ini diharapkan menjadi momentum penting bagi generasi muda Musi Banyuasin untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mendukung kemajuan sektor perkebunan daerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan vokasi, diharapkan lahir generasi unggul yang mampu menjadi motor penggerak industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Musi Banyuasin sebagai daerah unggulan di sektor perkebunan. (ari)












