Apel Perdana Usai Lebaran, Kapolda Sumsel Ingatkan Personel Tetap Siaga Operasi Ketupat

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Memasuki hari pertama kerja usai cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, Sandi Nugroho memimpin apel pagi sekaligus kegiatan halal bihalal bersama jajaran di Halaman Polda Sumatera Selatan, Rabu (25/3/2026) pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rony Samtana, Feri Handoko Soenarso, serta seluruh Pejabat Utama (PJU) dan personel Polda Sumsel. Momentum ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas kedinasan sekaligus sarana konsolidasi internal untuk menyelaraskan arah kebijakan pascalebaran.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan, perayaan Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi.

Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat luas.

“Keberhasilan pengamanan ini adalah hasil kerja bersama. Ini menjadi modal kepercayaan publik yang harus kita jaga dan tingkatkan,” tegas Kapolda.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting bagi institusi kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda juga menegaskan bahwa meskipun telah memasuki masa kerja normal, Operasi Ketupat 2026 belum resmi berakhir dan masih berlangsung hingga pukul 24.00 WIB.

Seluruh personel diminta tetap siaga penuh, terutama dalam memantau dinamika arus balik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.

Instruksi ini menunjukkan komitmen kuat Polda Sumsel dalam menutup rangkaian operasi pengamanan Lebaran dengan standar tertinggi.

Selain pengamanan arus balik, Kapolda Sumsel juga menyoroti potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai ancaman serius yang harus diantisipasi sejak dini.

Berdasarkan data dan prediksi dari BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan memiliki tingkat kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat langkah mitigasi sejak dini, di antaranya melalui sinergi lintas instansi, pemetaan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, serta pencegahan praktik pembakaran lahan.

“Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini,” tegas Kapolda.

Selain fokus pada keamanan, Kapolda juga memberikan penekanan kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja serta penyerapan anggaran tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa kinerja institusi tidak boleh hanya berfokus pada administrasi semata, tetapi harus memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Program kerja tidak boleh hanya selesai di atas kertas. Harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap program yang dijalankan harus berorientasi pada hasil nyata dan dampak positif bagi masyarakat.

Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang diwarnai suasana kekeluargaan antar personel. Momen saling bersalaman ini menjadi simbol penguatan soliditas internal serta mempererat hubungan antar anggota kepolisian.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan terarah.

“Kapolda tidak hanya mengapresiasi capaian, tetapi juga langsung memetakan tantangan ke depan. Ini menunjukkan Polda Sumsel selalu siap menghadapi dinamika yang berkembang,” ujarnya.

Apel perdana dan halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah ini menegaskan bahwa jajaran Polda Sumatera Selatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Di bawah kepemimpinan Kapolda Sandi Nugroho, seluruh personel berkomitmen untuk menuntaskan Operasi Ketupat 2026 secara optimal, mengantisipasi ancaman Karhutla secara proaktif, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Langkah ini menegaskan bahwa institusi kepolisian di wilayah Sumatera Selatan hadir sebagai organisasi yang responsif, profesional, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *