Palembang, bidiksumsel.com – Dinas Pendidikan Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak di Palembang mengenyam pendidikan secara merata, tanpa terkecuali. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Muhammad Affan Prapanca, ST., MT., menyatakan bahwa program wajib belajar 13 tahun akan menjadi prioritas utama dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, berpendidikan, dan berdaya saing. Senin, 27 Oktober 2025.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya urusan ruang kelas, tetapi merupakan pondasi utama membangun masa depan daerah dan bangsa. Dengan pendidikan yang kuat, ia percaya Palembang akan memiliki generasi masa depan yang memiliki integritas dan mampu menghadapi tantangan global.
“Pendidikan itu investasi jangka panjang bangsa. Kalau generasinya terdidik, Palembang akan punya masa depan yang kuat dan berintegritas,” tegas Affan.
Affan menjelaskan, Pemkot Palembang berkomitmen memberikan akses pendidikan bagi seluruh anak usia 6–18 tahun, tidak hanya di sekolah formal, namun juga melalui lembaga pendidikan nonformal.
Jika ada anak yang tidak tertampung di sekolah negeri maupun swasta, pemerintah telah menyiapkan alternatif pendidikan seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau lembaga nonformal lainnya yang diakui negara.
“Tidak ada alasan anak berhenti sekolah. Itu sudah menjadi misi utama kami: zero anak putus sekolah,” tegas Affan.
Ia menyebut, pendataan anak putus sekolah terus diperbarui melalui kolaborasi sekolah, kelurahan, hingga RT/RW agar dapat ditangani segera dan tepat.
Affan memberi penekanan bahwa pendidikan karakter bermula dari keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk perilaku anak.
“Peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting. Mereka adalah guru pertama bagi anak-anaknya,” ujarnya.
Menurutnya, banyak dampak negatif yang terbentuk dari dunia maya apabila tidak dibimbing dengan benar. Karena itu, ia meminta keluarga untuk mengawasi penggunaan perangkat digital dan media sosial pada anak-anak secara lebih aktif dan bertanggung jawab.
“Kalau tidak diawasi, mereka bisa meniru hal-hal yang tidak sesuai nilai pendidikan dan karakter bangsa,” tambahnya.
Untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif, Disdik Palembang tengah mendorong transformasi besar di bidang Bimbingan Konseling (BK). Affan menilai guru BK harus dibekali ilmu psikologi agar dapat memahami kondisi mental siswa secara tepat.
Pihaknya pun akan memperluas kerja sama dengan tenaga psikolog untuk memperkuat penanganan permasalahan siswa, baik dalam aspek belajar maupun sosial-emosional.
“Guru BK idealnya memahami dunia psikologi anak. Karena itu, kami akan berkolaborasi dengan psikolog untuk meningkatkan profesionalisme layanan konseling di sekolah,” jelasnya.
Transformasi ini diharapkan dapat menekan kasus bullying, pergaulan bebas, kecanduan gawai, hingga gangguan mental di kalangan pelajar.
Selain menghapus angka putus sekolah, berbagai program penguatan kualitas pendidikan juga menjadi prioritas :
– Pelatihan peningkatan kompetensi guru
– Penguatan kurikulum berbasis karakter
– Peningkatan fasilitas digital (internet & perangkat belajar)
– Pembangunan dan perbaikan ruang belajar
“Pendidikan harus terus bertransformasi. Kita tidak bisa memakai cara lama menghadapi tantangan baru,” ucapnya.
Affan menegaskan, seluruh elemen masyarakat perlu terlibat dalam mewujudkan Palembang Cerdas dan Berkarakter, terutama dalam memastikan setiap anak mendapat hak pendidikan yang sama.
“Selama saya dipercaya memimpin Dinas Pendidikan, saya akan terus memastikan bahwa setiap anak di Palembang punya kesempatan yang sama untuk belajar dan bermimpi,” tutupnya penuh semangat. (dkd)













