Banyuasin Raih Emas Pertama di Porprov XV Sumsel 2025 Lewat Cabor Bridge!

ist

Banyuasin, bidiksumsel.com – Kabar gembira datang dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan Tahun 2025. Kontingen Kabupaten Banyuasin sukses meraih satu medali emas melalui cabang olahraga Bridge, berkat performa gemilang pasangan atlet Beni J Ibradi dan Dodi Firmansyah pada nomor Pasangan Butler Putra.

Perolehan emas ini menjadi torehan penting bagi Banyuasin yang tengah berjuang memperbaiki posisi klasemen sementara di ajang olahraga paling bergengsi tingkat provinsi tersebut. Porprov XV sendiri tengah berlangsung di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kabupaten Banyuasin, Aziz Azwar, menjelaskan bahwa pertandingan Bridge berlangsung ketat namun penuh sportivitas. Dalam sesi pertama pertandingan, pasangan Banyuasin tampil impresif dengan mencatat skor 71,09%, jauh meninggalkan pesaing terdekat dari Kota Palembang yang memperoleh 61,72%.

“Di sesi pertama, pasangan Beni dan Dodi tampil sangat tenang dan percaya diri. Mereka unggul dalam pengambilan keputusan serta mampu membaca kartu lawan dengan cermat,” ungkap Aziz saat dikonfirmasi, Rabu (22/10/2025).

Meski pada sesi kedua nilai persentase sedikit menurun menjadi 60,55%, namun akumulasi skor total 131,64 tetap menempatkan pasangan Banyuasin di posisi teratas. Dengan hasil tersebut, Banyuasin dinyatakan berhak atas medali emas untuk nomor Pasangan Butler Putra.

Menurut Aziz, konsistensi dan ketenangan Beni serta Dodi menjadi kunci utama dalam kemenangan ini. Bridge, yang dikenal sebagai olahraga strategi tinggi dan membutuhkan konsentrasi penuh, menuntut pemain untuk mampu mengendalikan emosi serta berpikir cepat dalam setiap sesi permainan.

“Bridge bukan hanya soal keberuntungan, tetapi soal strategi dan komunikasi yang solid antara pasangan. Beni dan Dodi sudah bermain bersama cukup lama, jadi chemistry mereka memang sudah terbangun,” tambah Aziz.

Dia juga menyebutkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa cabor Bridge di Banyuasin terus berkembang. Atlet-atlet muda mulai bermunculan dan menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level provinsi maupun nasional.

Keberhasilan meraih medali emas pertama ini menjadi penyemangat besar bagi seluruh cabang olahraga yang tengah berlaga. Ketua GABSI Banyuasin berharap kemenangan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet dari cabor lain untuk memberikan hasil terbaik.

“Semoga ini menjadi pertanda baik. Saya berharap kemenangan di Bridge ini memacu semangat semua kontingen Banyuasin untuk berjuang lebih keras agar bisa mempersembahkan emas-emas lainnya,” ujarnya optimis.

Aziz juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak penyelenggara Porprov XV yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. “Penyelenggaraan di Muba sangat baik, suasana pertandingan juga kondusif dan sportif,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan apresiasi tinggi kepada para atlet yang telah berjuang di berbagai arena Porprov. Keberhasilan cabang olahraga Bridge disebut sebagai bukti nyata dari pembinaan berkelanjutan yang selama ini dilakukan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuasin, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pelatih, atlet, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Kita akan terus dorong agar setiap cabor memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi,” katanya.

Bridge memang dikenal sebagai olahraga yang tidak hanya mengandalkan ketangkasan, tetapi juga kemampuan berpikir logis, strategi, dan komunikasi. Olahraga ini semakin populer di kalangan masyarakat Sumatera Selatan, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa yang tertarik pada permainan berbasis analisa dan kerja sama tim.

Aziz menilai, keberhasilan Banyuasin di nomor Bridge bisa menjadi momentum untuk memperkenalkan olahraga ini lebih luas ke masyarakat. “Bridge itu bukan sekadar permainan kartu, tapi olahraga otak. Kita akan terus lakukan sosialisasi agar makin banyak generasi muda yang tertarik,” ujarnya.

Dengan tambahan medali emas dari cabor Bridge, kontingen Banyuasin semakin optimis menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Sejumlah cabang olahraga lain seperti atletik, bulutangkis, dan pencak silat diharapkan dapat menyusul menorehkan prestasi yang sama.

“Kami terus memberikan dukungan penuh kepada seluruh atlet Banyuasin. Target kami bukan hanya menambah medali, tapi juga menumbuhkan semangat juang dan rasa bangga terhadap daerah,” tutup Aziz. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *