KMP Bumara FC Kirim Bintang Muda Palembang ke Klub Liga 2!

fhoto : Pelatih Kepala KMP Bumara FC, Ardi memberikan Muhammad Fajar Romadhon untuk menjalani trial di klub profesional Liga 2 Indonesia/(bidiksumsel.com/Bd)

KMP Bumara FC Buka Jalan Talenta Muda Palembang ke Liga 2, Muhammad Fajar Romadhon Dapat Kesempatan Trial

Palembang, bidiksumsel.com – Klub sepak bola lokal KMP Bumara FC mengambil langkah besar dalam pengembangan sepak bola Sumatera Selatan dengan memberikan kesempatan bagi pemain muda berbakat untuk menjalani trial di klub profesional Liga 2 Indonesia. Salah satu talenta muda yang terpilih adalah Muhammad Fajar Romadhon, remaja berusia 17 tahun asal Palembang yang dikenal sebagai gelandang enerjik dan berteknik tinggi.

Pelatih Kepala KMP Bumara FC, Ardi, mengonfirmasi bahwa Fajar merupakan salah satu pemain yang telah dipantau sejak usia dini dan dipercaya memiliki masa depan cerah di dunia sepak bola profesional.

“Ya betul, kenapa kami pilih Fajar, karena saya sudah kenal lama. Dia pemain saya dulu saat saya melatih di SSB Patra Muda Pertamina. Potensinya saya tahu sejak dia usia 6 tahun,” ujar Ardi saat dikonfirmasi, Selasa (5/8/2025).

Ardi mengatakan bahwa dirinya cukup yakin dengan potensi Fajar yang saat ini sedang memasuki usia emas dalam perkembangan kariernya. Meskipun masih muda, Fajar dinilai memiliki visi bermain dan kedewasaan yang melampaui usianya.

“Kalau dia konsisten, tidak cedera serius, saya yakin dua atau tiga tahun ke depan Fajar bisa bermain minimal di Liga 2 Indonesia. Bahkan bisa saja tahun ini kalau memang rezekinya,” ungkap Ardi optimis.

Program Baru Laskar Properti

Langkah ini merupakan bagian dari program baru KMP Bumara FC, yang disebut “Laskar Properti”, yaitu inisiatif klub untuk mencari dan mengembangkan pemain-pemain muda potensial dari Palembang dan sekitarnya. Program ini secara resmi mulai dijalankan sekitar satu bulan terakhir dan baru bisa terealisasi sekarang, salah satunya melalui kesempatan trial ke klub Liga 2 bagi Fajar.

Ardi menyebut program ini juga terinspirasi dari diskusi bersama pelatih Timnas U17, Nova Arianto, yang sempat datang ke Palembang beberapa waktu lalu.

“Waktu coach Nova datang, kita ngobrol banyak soal minimnya pemain asal Sumsel yang bisa tembus ke Liga 1 atau Liga 2. Dari situlah kita inisiasi program ini,” jelas Ardi.

Kerja Sama dengan Klub Liga 2

Tak hanya memberikan pelatihan dan pembinaan, KMP Bumara FC juga menjalin kerja sama langsung dengan beberapa klub Liga 2 untuk membuka akses bagi para pemainnya. Ardi memastikan bahwa klubnya telah menjalin kesepakatan dengan tim Liga 2 untuk proses trial dan kemungkinan kontrak.

“Kita sudah deal dengan salah satu klub Liga 2. Kalau cocok, Fajar bisa langsung dikontrak. Kalau belum, kita tetap akan bantu fasilitasi ke klub lain yang tertarik,” ujar Ardi.

Penilaian Berdasarkan Kualitas dan Karakter

Dalam memilih pemain untuk diberikan kesempatan emas ini, KMP Bumara FC memiliki standar penilaian yang tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis di lapangan. Attitude, etos kerja, dan komitmen juga menjadi pertimbangan utama.

“Kualitas bermain itu penting, tapi attitude dan keinginan kuat untuk maju juga jadi indikator kami. Karena percuma kalau bagus di lapangan, tapi mental dan disiplinnya kurang,” tegas Ardi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus memantau beberapa pemain muda lainnya. Sedikitnya tiga pemain tambahan sedang dipantau intensif untuk diberikan peluang serupa dalam waktu dekat.

Harapan bagi Talenta Sumsel

Langkah KMP Bumara FC ini mendapat apresiasi dari banyak pihak sebagai terobosan yang dibutuhkan bagi daerah seperti Sumsel yang kaya akan bakat sepak bola, namun minim akses ke jenjang profesional. Keberadaan program seperti Laskar Properti menjadi jembatan penting antara klub akar rumput dengan industri sepak bola nasional.

Muhammad Fajar Romadhon, yang kini bersiap untuk mengikuti proses trial, menjadi simbol harapan baru bagi sepak bola Palembang. Di usia muda, ia kini memikul asa banyak pemain seusianya yang juga bermimpi menembus panggung sepak bola nasional.

Jika berhasil lolos trial dan dikontrak oleh klub Liga 2, kisah Fajar akan menjadi inspirasi bahwa dengan bakat, kerja keras, dan dukungan yang tepat, pemain muda Sumsel bisa bersaing di level nasional. (Bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *