Presiden Prabowo Pimpin Ratas KEK : Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%, Investasi Capai Rp263,4 Triliun
Jakarta, bidiksumsel.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka pada Selasa, 22 Juli 2025, yang secara khusus membahas penguatan peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam pembangunan nasional dan percepatan investasi. Dalam rapat yang dihadiri oleh Wakil Presiden, para menteri kabinet, serta pimpinan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK se-Indonesia, Presiden menegaskan bahwa KEK harus menjadi pilar utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam lima tahun ke depan.
“Sebagai salah satu instrumen strategis, KEK harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Presiden Prabowo dalam arahannya.
Rapat yang berlangsung secara hybrid tersebut menyoroti pentingnya penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif. Presiden menyampaikan bahwa untuk mewujudkan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata, KEK harus didukung oleh infrastruktur memadai, aksesibilitas yang mudah, serta kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.
Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, KEK Jadi Ujung Tombak
Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat peran KEK sebagai mesin penggerak ekonomi nasional. Untuk itu, seluruh BUPP KEK diminta menyampaikan data yang lengkap dan komprehensif mengenai capaian serta potensi pengembangan kawasan masing-masing.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan dan dukungan yang diberikan kepada KEK tepat sasaran, berdasarkan data yang kuat,” kata Presiden.
Komitmen pemerintah ini juga tertuang dalam agenda reformasi fiskal dan pengendalian defisit yang akan tetap terjaga, agar APBN bisa terus menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Investasi KEK Melonjak, Penyerapan Tenaga Kerja Lampaui Target
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang juga Ketua Dewan Nasional KEK, memaparkan capaian signifikan KEK sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data resmi, KEK secara kumulatif telah merealisasikan investasi sebesar Rp263,4 triliun, dan menciptakan lapangan kerja bagi 160.874 orang.
“KEK Gresik mencatat investasi tertinggi yakni Rp92,8 triliun dengan 39.656 tenaga kerja. Sementara KEK Kendal mencatat Rp86,575 triliun dan menyerap 61.984 tenaga kerja,” ujar Airlangga.
Sepanjang tahun 2024, total investasi di 24 KEK mencapai Rp90,1 triliun, jauh melampaui target Rp78,1 triliun. Penyerapan tenaga kerja pun melampaui target, dengan 47.747 orang bekerja di berbagai sektor yang tumbuh di kawasan-kawasan ini.
Tidak hanya itu, ekspor dari KEK selama 2024 mencapai Rp22,02 triliun, menandakan bahwa kawasan-kawasan ini juga telah aktif menjadi bagian dari rantai pasok global.
Tren Positif di 2025, KEK Industropolis Batang Resmi Dibuka
Pada 2025, satu KEK baru telah ditetapkan, yakni KEK Industropolis Batang, menambah jumlah KEK aktif menjadi 25 kawasan, dari Aceh hingga Papua. Tren kinerja positif terus berlanjut. Pada kuartal pertama 2025, investasi telah mencapai Rp17,5 triliun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,1 triliun.
Penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan peningkatan signifikan: dari 9.382 orang di kuartal I 2024 menjadi 15.683 orang di kuartal I 2025.
Presiden Prabowo dalam Ratas tersebut juga meminta adanya evaluasi berkala terhadap seluruh KEK. Evaluasi ini ditujukan untuk menilai sejauh mana kontribusi KEK terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan kesejahteraan.
Fokus APBN 2026 : Reformasi Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran
Rapat terbatas juga dilanjutkan dengan pembahasan bersama sejumlah menteri bidang perekonomian mengenai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Presiden Prabowo memberikan arahan tegas mengenai pentingnya reformasi fiskal, optimalisasi penerimaan negara, dan pengendalian defisit.
Menko Airlangga melaporkan bahwa saat ini Pemerintah dan DPR tengah membahas UU Pelaporan dan Pelaksanaan APBN 2024 serta progres APBN 2025. Selain itu, persiapan Nota Keuangan dan RAPBN 2026 sedang dimatangkan, dengan outlook defisit APBN 2025 diperkirakan mencapai 2,78% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Presiden menegaskan bahwa belanja negara harus diprioritaskan untuk program-program vital yang menyentuh langsung kepentingan rakyat, seperti infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Langkah Deregulasi untuk Iklim Usaha yang Lebih Sehat
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menekankan pentingnya langkah-langkah deregulasi dan penyederhanaan perizinan. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat, menarik investor dalam dan luar negeri, serta mempercepat pergerakan ekonomi di seluruh daerah, khususnya melalui KEK.
“KEK adalah wajah kemajuan Indonesia. Kita harus pastikan kawasan ini menjadi magnet investasi, motor industri, dan pusat inovasi,” tegas Presiden Prabowo.
Dengan semangat tersebut, pemerintah berharap KEK mampu menjadi penggerak utama dalam membangun ekonomi Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (rd)













