Booming QRIS di Sumsel! Transaksi Digital Melejit hingga Pelosok Desa

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

QRIS Meroket di Sumsel : Transformasi Pembayaran Digital Kian Tak Terbendung

Palembang, bidiksumsel.com – Transformasi digital dalam sistem pembayaran kini semakin nyata di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satu terobosan yang telah mengubah wajah transaksi keuangan masyarakat adalah penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS), sistem pembayaran digital yang dirancang oleh Bank Indonesia. Kamis, 22 Mei 2025.

Sejak diperkenalkan, QRIS terus menunjukkan pertumbuhan pesat di Sumsel. Tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi finansial, QRIS juga menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat dari berbagai kalangan dalam menjalankan aktivitas ekonominya secara cepat, praktis, dan aman.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Bank Indonesia melalui laman bi.go.id, Statistik QRIS Sumatera Selatan per Maret 2025, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Selatan mencapai 1.395.648 orang. Sementara itu, jumlah merchant yang menerima pembayaran dengan QRIS tercatat sebanyak 979.000 unit usaha, mengalami pertumbuhan 19,70% secara tahunan (year on year).

Pertumbuhan merchant QRIS di Sumsel bahkan telah melampaui setengah dari target tahunan 2025, yakni sebesar 108.000 merchant baru. Hingga kuartal pertama 2025, pencapaiannya sudah menyentuh angka 59.788 merchant, setara dengan 55,33% dari target tahun ini. Dengan capaian ini, Sumsel menjadi provinsi dengan pertumbuhan merchant QRIS tertinggi di wilayah Sumatera.

Peningkatan penggunaan QRIS tidak hanya terjadi di kalangan pekerja kantoran atau masyarakat perkotaan, tetapi juga meluas ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka mulai memanfaatkan QRIS untuk mempercepat proses pembayaran, meningkatkan pencatatan transaksi, serta memperluas jangkauan pelanggan, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan sistem non-tunai.

Dengan target tahunan pengguna QRIS di Sumsel sebesar 1.421.985 pengguna, capaian hingga Maret 2025 yang sudah mencapai 36,12% menandakan kemajuan yang cukup agresif. Apalagi, capaian ini diraih hanya dalam waktu tiga bulan pertama tahun 2025.

Kota Palembang masih menjadi pusat penggunaan QRIS tertinggi di Sumsel. Namun geliat digitalisasi mulai menjalar ke kabupaten dan kota lain. Indikasi ini memperlihatkan bahwa semangat inklusi keuangan digital mulai menyebar, membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi hingga ke pelosok.

Keberhasilan peningkatan adopsi QRIS tak lepas dari peran aktif Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Selatan. Sejumlah strategi kunci diterapkan, antara lain :

  1. Edukasi dan Literasi Keuangan Digital
    Edukasi dilakukan secara menyeluruh kepada pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM, guna membangun pemahaman tentang manfaat sistem pembayaran digital.
  2. Penguatan Ekosistem Transaksi Elektronik
    Melalui program Mall S.I.A.P QRIS dan Pasar S.I.A.P QRIS, BI mendorong pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional untuk beralih ke sistem digital yang efisien dan transparan.
  3. Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Swasta
    Contoh nyata keberhasilan strategi ini adalah implementasi pembayaran tiket LRT Palembang menggunakan QRIS, yang semakin memudahkan masyarakat urban dalam mobilitas harian.
  4. Kampanye “Digital Kito Galo”
    Sejak diluncurkan, kampanye ini sudah digelar enam kali dan menjadi media edukasi sekaligus promosi digitalisasi, melibatkan pemerintah daerah, sektor perbankan, dan pelaku usaha.
  5. Program “Gebyar QRIS”
    Roadshow ini menyasar wilayah-wilayah terpencil, mempercepat proses adopsi QRIS di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh sistem keuangan digital.

Bank Indonesia terus mendorong pemerataan adopsi QRIS ke seluruh pelosok Sumsel dengan pendekatan kolaboratif dan edukatif. Target besarnya adalah menciptakan sistem pembayaran yang merata, efisien, inklusif, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dengan laju pertumbuhan seperti sekarang, QRIS bukan lagi sekadar alat transaksi digital, melainkan menjadi penggerak utama digitalisasi ekonomi di Sumatera Selatan. Transformasi ini memberi harapan bahwa ke depan, seluruh lapisan masyarakat akan dapat merasakan manfaat nyata dari sistem pembayaran yang modern, cepat, dan aman. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *