Bank Indonesia Dorong Ekonomi Digital Melalui Festival Jajan QRIS di Palembang
Palembang, bidiksumsel.com – Bank Indonesia, bekerja sama dengan Palembang Indah Mall (PIM), telah meluncurkan Festival Jajan QRIS 2024 yang berlangsung dari 16 hingga 25 Agustus 2024.
Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang menuju ke event Digital Kito Galo 2024, dengan tujuan utama memperluas adopsi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Sumatera Selatan, khususnya di sektor kuliner lokal yang didominasi oleh UMKM.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa Bank Indonesia secara aktif mendorong penerimaan ekonomi dan keuangan digital melalui QRIS di berbagai sektor.
QRIS dipromosikan sebagai metode pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, yang disingkat sebagai “CeMuMUAH”. “Dengan QRIS, kita dapat mendorong ekonomi digital yang inklusif dan efisien, terutama bagi pelaku UMKM,” ujar Ricky.
Festival Jajan QRIS 2024 bertujuan memberikan ruang bagi UMKM kuliner lokal di Sumatera Selatan untuk memperluas pasar mereka dengan menggunakan teknologi pembayaran digital. Sebanyak 21 UMKM yang berpartisipasi dalam festival ini telah difasilitasi oleh perbankan dengan kanal pembayaran QRIS.
Kehadiran QRIS di festival ini bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan kemudahan penggunaan QRIS dalam kegiatan sehari-hari.
Untuk lebih mendorong masyarakat menggunakan QRIS, Bank Indonesia menawarkan promo khusus bagi pengunjung festival. Setiap harinya, 50 orang pertama yang berbelanja menggunakan QRIS hanya perlu membayar Rp5.000 untuk jajan apapun yang ditawarkan di festival tersebut.
Inisiatif ini diharapkan dapat menarik minat lebih banyak orang untuk mencoba dan merasakan sendiri kenyamanan bertransaksi dengan QRIS.
Ricky Gozali juga mengungkapkan bahwa preferensi masyarakat Sumsel dalam menggunakan QRIS terus meningkat. Hal ini terlihat dari perkembangan jumlah merchant dan pengguna QRIS di Sumsel, yang kini telah mencapai lebih dari 844 ribu merchant dan 1,35 juta pengguna.
Dengan pencapaian ini, Sumsel menempati peringkat kedua di Sumatera dalam hal jumlah merchant dan pengguna QRIS terbanyak.
Transaksi menggunakan QRIS di Sumatera Selatan juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dalam sebulan, tercatat ada sekitar 260 ribu transaksi dengan total nominal mencapai Rp31,63 miliar.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 63 persen transaksi berasal dari Kota Palembang, menunjukkan bahwa kota ini merupakan pusat utama aktivitas ekonomi digital di provinsi tersebut.
Ricky menekankan bahwa Bank Indonesia tidak dapat mewujudkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan sendirian.
“Dukungan dari pemerintah daerah, industri, dan seluruh lapisan masyarakat sangat penting. Kolaborasi ini adalah kunci untuk memastikan bahwa transformasi digital berjalan dengan lancar dan memberi manfaat yang luas bagi semua pihak,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan komitmen oleh Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sumatera Selatan, yang mendukung implementasi QRIS di pusat-pusat perbelanjaan di provinsi ini.
Komitmen tersebut mencakup total 11 pusat perbelanjaan di Sumsel, dengan target implementasi QRIS di setidaknya 80 persen dari total tenant di masing-masing tempat.
Ricky menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada APPBI atas dukungannya dalam mendorong penggunaan transaksi digital di Sumsel.
“Pusat perbelanjaan merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Jika tenant di pusat perbelanjaan telah mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran, ini tidak hanya akan memudahkan konsumen, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing ekonomi Sumsel di era digital,” ujar Ricky.
Lebih jauh, Festival Jajan QRIS 2024 bukan hanya tentang mempromosikan penggunaan QRIS, tetapi juga tentang mendorong transformasi digital yang lebih luas di Sumatera Selatan.
Dengan semakin banyaknya merchant yang mengadopsi QRIS, diharapkan masyarakat akan semakin terbiasa dengan pembayaran digital, yang pada akhirnya akan mendukung inklusi keuangan di daerah tersebut.
QRIS sendiri telah menjadi salah satu alat penting dalam mendorong adopsi teknologi keuangan digital di Indonesia. Standar ini memungkinkan berbagai layanan pembayaran digital untuk saling terhubung dan berinteraksi dengan mudah, menciptakan ekosistem keuangan yang lebih efisien dan inklusif.
Di Sumatera Selatan, Bank Indonesia terus berupaya untuk memastikan bahwa manfaat QRIS dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah-daerah terpencil dan mungkin belum terbiasa dengan teknologi digital.
Festival Jajan QRIS 2024 di Palembang Indah Mall merupakan langkah strategis dari Bank Indonesia dalam mendorong adopsi QRIS dan memperkuat ekosistem ekonomi digital di Sumatera Selatan. Melalui festival ini, Bank Indonesia tidak hanya membantu UMKM lokal untuk tumbuh dan berkembang, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bertransaksi secara digital.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan industri, diharapkan transformasi digital di Sumsel akan semakin cepat terwujud, membawa manfaat ekonomi yang lebih besar bagi seluruh masyarakat. (dkd)












