Rektor Unsri Ungkap Rahasia di Balik Kesuksesan Wisudawan Cumlaude

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Sebanyak 1335 Mahasiswa Universitas Sriwijaya Ikuti Wisuda ke-172 di Auditorium Unsri Indralaya

Palembang, bidiksumsel.com – Pada Kamis (20/06/2024), sebanyak 1.335 mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) mengikuti prosesi wisuda ke-172 yang diadakan di Auditorium Unsri Indralaya. Acara yang penuh dengan kebanggaan dan haru ini menjadi momen penting bagi para lulusan, keluarga, dan seluruh civitas akademika Unsri.

Rektor Unsri, Prof. Taufiq Marwa, dalam pidatonya mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi para wisudawan. Ia menyebutkan bahwa dalam wisuda ke-172 ini, 60 persen dari para wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude. Angka ini sesuai dengan target yang selalu dijaga oleh Unsri dalam setiap penyelenggaraan wisuda.

“Wisudawan yang berpredikat cumlaude sebanyak 60 persen. Perlu diketahui, dalam setiap penggelaran wisuda, Unsri memiliki target agar minimal setengah dari jumlah wisudawan yang mengikuti acara wisuda meraih predikat cumlaude,” ungkap Prof. Taufiq.

Prof. Taufiq menambahkan bahwa pencapaian ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, mengingat kualitas proses pembelajaran di setiap fakultas Unsri. Menurutnya, sekitar 80 persen mahasiswa di setiap fakultas mampu meraih predikat cumlaude berkat sistem pendidikan yang diterapkan.

“Sudah sewajarnya di setiap wisuda Unsri, banyak wisudawan yang mendapatkan predikat cumlaude karena di setiap fakultas, dalam proses belajarnya, sudah 80 persen mahasiswa meraih predikat cumlaude,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Taufiq juga membahas tentang proses perubahan status Unsri dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Saat ini, proses tersebut masih berada di tahap evaluasi di Sekretariat Negara (Sekneg).

Pihak Unsri telah melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan perubahan ini. Seluruh civitas akademika Unsri telah mendapatkan arahan dan perhatian khusus dari Sekretaris Ditjen Diktiristek, Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, untuk menghadapi perubahan status ini.

“Semoga contoh-contoh terbaik dari universitas yang telah beralih status tersebut bisa diterapkan di Unsri, dan bisa lebih baik dari yang sebelumnya,” pungkas Prof. Taufiq.

Dalam pidatonya, Prof. Taufiq juga menekankan pentingnya persiapan yang matang untuk menghadapi perubahan status ini. Ia berharap Unsri dapat belajar dari universitas-universitas lain yang telah berhasil beralih status menjadi PTNBH. Dengan demikian, Unsri diharapkan dapat mengimplementasikan praktik-praktik terbaik yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan universitas.

“Persiapan yang kita lakukan harus benar-benar matang. Kita harus belajar dari universitas-universitas yang sudah beralih status. Kami berharap bisa menerapkan contoh-contoh terbaik tersebut di Unsri agar kita bisa lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.

Prof. Taufiq juga menggarisbawahi pentingnya dukungan untuk para mahasiswa dan dosen dalam menghadapi transisi ini. Ia menekankan bahwa perubahan status ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Unsri. Selain itu, ia juga berharap agar mahasiswa dan dosen dapat beradaptasi dengan baik terhadap perubahan yang akan terjadi.

“Kita harus memastikan bahwa perubahan status ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi mahasiswa dan dosen. Dukungan yang kita berikan harus terus ditingkatkan agar mereka dapat beradaptasi dengan baik terhadap perubahan ini,” tambahnya.

Di akhir pidatonya, Prof. Taufiq menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Unsri. Ia yakin bahwa dengan persiapan yang matang dan dukungan dari seluruh civitas akademika, Unsri dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi.

“Saya yakin, dengan persiapan yang matang dan dukungan dari seluruh civitas akademika, kita bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi. Mari kita terus bekerja sama untuk menjadikan Unsri sebagai universitas yang unggul dan berdaya saing tinggi,” tutup Prof. Taufiq.

Wisuda ke-172 ini tidak hanya menjadi momen penting bagi para wisudawan, tetapi juga bagi keluarga dan teman-teman yang turut hadir untuk memberikan dukungan. Banyak di antara mereka yang terlihat terharu dan bangga menyaksikan pencapaian para lulusan.

Salah satu wisudawan, Dini Rahmawati, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh keluarga dan dosen selama masa studinya. “Saya sangat bersyukur bisa mencapai titik ini. Terima kasih kepada keluarga dan dosen yang selalu mendukung saya. Ini adalah momen yang sangat membahagiakan,” ujarnya.

Orang tua dan teman-teman para wisudawan juga mengungkapkan kebanggaan mereka. Bapak Agus, ayah dari salah satu wisudawan, mengatakan bahwa momen ini adalah bukti dari kerja keras dan dedikasi anak-anak mereka. “Ini adalah bukti kerja keras anak-anak kita. Saya sangat bangga dengan pencapaian mereka,” katanya.

Dengan berakhirnya prosesi wisuda ke-172 ini, Unsri tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan program akademiknya. Berbagai upaya akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa para lulusan Unsri siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan dapat berkontribusi secara positif bagi masyarakat.

Wisuda ke-172 Universitas Sriwijaya menjadi momen yang penuh dengan kebanggaan dan harapan. Dengan prestasi yang diraih para wisudawan dan upaya terus-menerus dari pihak universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diharapkan Unsri dapat terus mencetak lulusan-lulusan yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi masa depan. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *