Bali, bidiksumsel.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan peninjauan terhadap sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Peninjauan ini merupakan langkah penting dalam memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah acara internasional bergengsi tersebut. Sabtu, (18/5/2024).
Salah satu lokasi utama yang akan menjadi pusat kegiatan adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). GWK dipilih sebagai tempat untuk menggelar acara gala dinner bagi para delegasi yang hadir dari berbagai negara. Sebelum peninjauan langsung di GWK, Kapolri telah menyaksikan kegiatan tactical floor game (TFG), yang merupakan bagian dari strategi pengamanan untuk acara ini.
“Tentunya kami bersama Panglima TNI melihat langsung TFG serta pelaksanaan pengamanan di berbagai lokasi, mulai dari kedatangan delegasi hingga ke venue yang akan digunakan, termasuk GWK. Kami ingin memastikan bahwa pengamanan di ring 1, ring 2, dan ring 3 semuanya berjalan aman dan lancar,” kata Kapolri di GWK.
Jenderal Sigit menekankan bahwa menjadi tuan rumah acara internasional seperti KTT WWF adalah kehormatan besar bagi Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa semua kegiatan berjalan dengan aman dan tanpa hambatan. Ia juga menyoroti peran Bali sebagai pusat penyelenggaraan event internasional yang membahas isu-isu strategis.
“Agenda ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa Indonesia saat ini memang menjadi salah satu pusat kegiatan internasional, terutama yang membahas hal-hal strategis seperti lingkungan dan air, yang tentu saja sangat penting bagi masyarakat global,” ucap Jenderal Sigit.
Pengamanan untuk KTT WWF ke-10 di Bali disusun secara ketat dengan berbagai lapisan pengamanan, termasuk ring 1, ring 2, dan ring 3. Setiap lapisan pengamanan ini memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda untuk memastikan keamanan para delegasi serta kelancaran acara. Pengamanan ini melibatkan berbagai unit dari Polri dan TNI, serta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Kapolri menegaskan bahwa pengamanan yang diterapkan tidak hanya fokus pada venue utama seperti GWK, tetapi juga di seluruh jalur yang akan dilalui oleh para delegasi. Ini termasuk rute dari bandara menuju tempat penginapan dan lokasi acara lainnya. “Kami memastikan semua aspek keamanan diperhatikan dengan detail untuk memberikan rasa aman kepada para delegasi dan menjamin kelancaran acara,” tambah Jenderal Sigit.
Selain pengamanan fisik, teknologi juga memainkan peran penting dalam memastikan keamanan selama KTT WWF. Penggunaan teknologi canggih seperti CCTV, sistem pengawasan berbasis drone, dan komunikasi terintegrasi antara berbagai satuan keamanan merupakan bagian dari strategi pengamanan yang diterapkan. Hal ini tidak hanya mempermudah koordinasi di lapangan, tetapi juga memberikan respon cepat terhadap setiap potensi ancaman.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam mengawal acara ini. “Kolaborasi antara TNI dan Polri sangat penting dalam memastikan keamanan dan kelancaran acara. Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik demi nama baik Indonesia di mata dunia,” ujar Jenderal Agus.
KTT WWF ke-10 di Bali akan menjadi forum penting untuk membahas isu-isu strategis terkait lingkungan dan sumber daya air. Topik-topik seperti perubahan iklim, pengelolaan air bersih, dan keberlanjutan lingkungan akan menjadi fokus utama diskusi. Dengan menghadirkan para ahli, peneliti, dan pembuat kebijakan dari seluruh dunia, diharapkan acara ini dapat menghasilkan solusi konkret untuk tantangan global terkait air.
Indonesia, dengan keanekaragaman hayati dan sumber daya alamnya yang melimpah, memiliki peran penting dalam diskusi ini. Pemerintah berharap bahwa penyelenggaraan KTT WWF di Bali dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam isu-isu lingkungan global. “Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kepemimpinan dan komitmen dalam menjaga lingkungan serta mengelola sumber daya air secara berkelanjutan,” kata Jenderal Sigit.
Masyarakat Bali, yang dikenal ramah dan terbuka, menyambut antusias kedatangan para delegasi KTT WWF. Dukungan dari masyarakat lokal sangat penting dalam menyukseskan acara ini. Berbagai komunitas di Bali telah dilibatkan dalam persiapan dan pelaksanaan acara, mulai dari penyediaan akomodasi, transportasi, hingga dukungan logistik lainnya.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penyelenggaraan KTT WWF. “Kami siap menyambut para delegasi dengan tangan terbuka. Bali akan menunjukkan bahwa kami mampu menjadi tuan rumah yang baik untuk acara internasional sebesar ini,” ujarnya.
Penyelenggaraan KTT WWF ke-10 di Bali diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif jangka pendek, tetapi juga jangka panjang bagi Indonesia dan dunia. Dengan membahas isu-isu strategis dan menemukan solusi untuk tantangan global, acara ini diharapkan dapat berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.
Melalui KTT ini, Indonesia memiliki kesempatan untuk menunjukkan komitmen dan langkah nyata dalam menjaga lingkungan serta mengelola sumber daya air dengan bijaksana. “Kita berharap bahwa hasil dari KTT ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat global dan generasi mendatang,” tutup Jenderal Sigit. (dkd)












