OKI, bidiksumsel.com – Pada Rabu, 10 April 2024, ribuan jamaah memadati Masjid Agung Solihin di Kayuagung untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1445 Hijriah. Perayaan ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat yang datang dengan penuh semangat setelah sebulan menjalankan ibadah puasa. Di antara ribuan jamaah tersebut, hadir pula Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Asmar Wijaya, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan penting kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Asmar Wijaya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah kepada seluruh masyarakat OKI. Ia menekankan bahwa Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat ukhuwah. “Sebulan penuh kita mengelola semangat beribadah, menjaga diri, dan hari ini kita semua merayakan kemenangan melawan hawa nafsu. Mari teruskan hal baik yang dikerjakan selama bulan Ramadhan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Asmar juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun OKI Mandira. Menurutnya, kerjasama dan gotong royong adalah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Di balik kebahagiaan Idul Fitri, Asmar Wijaya juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi Kabupaten OKI, yaitu kemiskinan ekstrem. “Kemiskinan ekstrem di OKI masih menjadi tantangan besar yang perlu kita atasi bersama,” ungkapnya. Berbagai langkah strategis telah dan akan terus dilakukan guna mengurangi angka kemiskinan ini.
Salah satu upaya konkret yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan operasi pasar murah. Kegiatan ini telah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang Idul Fitri. Asmar menjelaskan bahwa operasi pasar murah akan terus berlanjut pasca Lebaran untuk memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang terjangkau.
Asmar Wijaya juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari masyarakat dalam menjalankan program-program pemerintah yang bertujuan menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting. “Saya meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat untuk mendukung semua program yang bertujuan menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting,” tegasnya.
Stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, merupakan masalah serius yang juga sedang dihadapi oleh Kabupaten OKI. Pemerintah daerah terus berupaya melalui berbagai program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah ini.
Usai pelaksanaan Salat Idul Fitri, Asmar Wijaya beserta keluarga menyelenggarakan acara open house di Pendopoan Bupati OKI. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang datang untuk bersilaturahmi dan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama-sama.
Open house ini menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat OKI, di mana mereka bisa bertemu langsung dengan pemimpin daerah, saling bermaafan, dan menikmati hidangan khas Lebaran. “Ini adalah kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membangun OKI Mandira,” tambah Asmar.
Asmar Wijaya menutup sambutannya dengan harapan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini dapat terus berlanjut. “Mari kita jaga semangat ini, tidak hanya selama Ramadhan dan Idul Fitri, tetapi sepanjang tahun. Bersama-sama kita bisa mewujudkan OKI Mandira yang lebih baik,” tutupnya. (red)







