Inovasi Fashion Berante : Melangkah Menuju Kebesaran Tradisi Palembang

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Palembang, bidiksumsel.com – Bank Indonesia (BI) Sumsel pada tahun 2024 kembali mengadakan Syariah Festival Sriwijaya (SYAFARI) selama tiga hari berturut-turut (28-30/03/2024), yang mencakup pameran UMKM Syariah di Palembang Indah Mall (PIM).

Salah satu peserta dalam pameran UMKM tersebut adalah Jamilah X Prafito by Tujuh Saudara, sebuah merek fashion untuk wanita dan pria yang kali ini menampilkan koleksi dengan tema berante.

“Konsep berante menggabungkan berbagai kain tradisional khas Palembang menjadi sebuah fashion siap pakai,” kata Jamilah, pemilik Jamilah X Prafito By Tujuh Saudara, pada Sabtu (30/03/2024).

Menurut Jamilah, bahan-bahan untuk koleksi fashion tersebut berasal dari tujuh saudara milik ibunya, yang telah menjadi pengrajin kain songket sejak tahun 1990.

“Pada tahun 2024 hingga 2025, kami mempersembahkan fashion bertema berante, dengan mengombinasikan berbagai kain khas Palembang seperti songket dengan motif rante, kain prada, dan tenun ikat bulu, menghasilkan koleksi fashion berante,” jelasnya.

Untuk pembuatan satu gaun, Jamilah menggunakan 1 set kain songket dan 3 hingga 4 meter kain prada untuk menciptakan fashion siap pakai.

Meskipun tidak memiliki latar belakang formal dalam dunia fashion, Jamilah mengaku belajar secara otodidak dengan bimbingan kakaknya sendiri. Dia telah menjadi anggota Indonesia Fashion Chamber (IFC) sejak 2022, yang merupakan organisasi para desainer di Indonesia.

Benang yang digunakan untuk menenun kain songket adalah produk lokal berkualitas, sementara untuk tenunan kain prada, Jamilah menggunakan sistem cap yang disebutnya prada milenial.

“Harga fashion siap pakai kami mulai dari Rp 650 ribu hingga lebih tinggi, sedangkan untuk kain songket harganya berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta,” tambahnya.

Jamilah menekankan bahwa bahan-bahan yang digunakan, termasuk benang dan tenunan bulu, semuanya diproduksi secara lokal dengan kualitas terbaik. Inovasinya adalah menggabungkan berbagai jenis kain tradisional Palembang menjadi fashion modern yang dapat dipakai sehari-hari.

Kain songket biasanya dianggap berat, namun Jamilah berusaha untuk membuat kain prada lebih populer dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan tanpa kehilangan ciri khas motif kota Palembang.

Mengenai pemilihan nama Jamilah X Prafito, Jamilah menjelaskan bahwa nama tersebut diambil dari namanya sendiri sebagai pemilik bisnis dan nama suaminya.

“Nama Jamilah X Prafito by Tujuh Saudara mencerminkan kontribusi kami berdua dalam pengembangan motif wastra dan prada milenial,” ungkapnya.

Jamilah juga memberikan tips tentang cara mencuci produk fashion yang telah dibeli dari mereknya.

“Disarankan untuk membersihkan dengan dry clean atau menggunakan shampo atau molto. Jika perlu disetrika, lakukanlah dari bagian belakang kain,” tambahnya. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *