Harmoni di Tengah Silaturahmi : DPD Amphuri Sumbagsel Buka Bersama 21 PPIU dan Rencana Program Kebangsaan

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Palembang, bidiksumsel.com – DPD Amphuri Sumbagsel Mengadakan Silaturahmi dan Buka Bersama 21 PPIU Terdaftar di Resto Kawan Lama Palembang, pada Jumat (29/03/24).

Ustadz Juremi Cipto Slamet, Ketua DPD Amphuri Sumbagsel, menyatakan bahwa acara tersebut menghasilkan beberapa program, termasuk Umroh Akbar pada musim 1445 H dengan rencana penerbangan yang dijadwalkan pada bulan Oktober 2024 mendatang.

“Kami juga berencana untuk mengadakan Fun Trip ke 3 negara, yang merupakan salah satu program dari DPP AMPHURI, yaitu Jordan, Mesir, dan Yerusalem pada tahun 2024 ini,” ujarnya.

Tujuan dari Fun Trip ke 3 negara tersebut adalah untuk memberikan edukasi kepada seluruh anggota Amphuri di seluruh Indonesia, di mana semua anggota berhak untuk bergabung.

“Yang dibayarkan oleh anggota hanya tiket pesawat, sementara fasilitas lainnya akan disediakan secara gratis,” tambahnya.

Lebih lanjut, untuk Fun Trip ke 3 negara tersebut, para anggota Amphuri dapat membawa jamaah, namun jamaah tersebut harus membayar penuh.

“Kami juga akan segera mengadakan Amphuri Islamic Travel Expo (AITE) di salah satu mal di Palembang pada bulan Agustus mendatang,” katanya.

Sementara itu, Kuswariansah, Sekretaris DPD Amphuri Sumbagsel, menyoroti fenomena umroh backpacker yang sedang populer saat ini, dan menyarankan calon jamaah untuk mematuhi peraturan Kementerian Agama dengan memilih travel umroh yang berizin.

“Melalui travel yang berizin, jamaah akan merasa lebih aman dan nyaman selama menjalani ibadah umroh tanpa harus khawatir dengan risiko tertentu,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa Amphuri akan terus mengedukasi masyarakat tentang umroh yang aman melalui travel yang berizin yang telah bergabung dengan Amphuri, yang saat ini berjumlah 21 PPIU.

Kuswariansah menambahkan bahwa kejadian jamaah umroh backpacker yang merasakan ketidaknyamanan selama menjalani ibadah merupakan hal yang disayangkan.

“Selain itu, jika terjadi kejadian jamaah umroh backpacker meninggal dunia, proses pemakaman mereka dapat terhambat dan memakan waktu lama karena kurangnya pengurusan yang tepat, hal ini sungguh disayangkan,” tegasnya. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *