Untuk Memperbanyak Bengkel Konversi Motor Listrik, PLN S2JB Gelar Pelatihan

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Palembang, bidiksumsel.com – Sebanyak 180 siswa dan 20 guru dari tiga SMK yakni SMKN 2, SMKN 4, serta SMKN 7 Kota Palembang mengikuti pelatihan konversi motor listrik yang diselenggarakan oleh PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB).

“Tujuan kita menyelenggarakan pelatihan konversi motor listrik ini untuk memperbanyak bengkel konversi motor listrik, dikarenakan saat ini, hanya ada delapan unit bengkel konversi kendaraan listrik di Indonesia yang telah terdaftar di platform,” ungkap General Manager PLN UID S2JB Amris Adnan saat membuka pelatihan tersebut di SMK Negeri 2 Palembang, Selasa (08/08/2023).

Amris menjelaskan, bahwa pelatihan tersebut merupakan sesi kedua, yang mana pada sesi sebelumnya PLN telah memberikan bantuan pelatihan konversi motor listrik untuk guru di enam SMK wilayah Sumsel pada Mei 2023 lalu.

“Dalam pelatihan konversi teknis ini mengubah sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik bagi para guru dan siswa dari tiga SMK di Palembang, dan PLN bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumsel,” jelasnya.

Tentu saja, katanya, dengan pelatihan tersebut akan banyak tenaga-tenaga yang bisa mengonversikan motor konvensional ke motor listrik sehingga banyak yang beralih ke kendaraan listrik.

“Selain itu, bertujuan untuk menyosialisasikan dan mendorong masyarakat agar beralih kendaraan listrik berbasis baterai. Karena kendaraan listrik ini biaya operasionalnya lebih murah hanya 20-25% saja dibandingkan dengan kendaraan berbasis BBM,” paparnya.

“Saya berharap peserta yang mengikuti pelatihan dapat berbagi ilmu yang didapatkan kepada siswa lainnya, sehingga dapat memberikan manfaat berkelanjutan,” harapnya.

Sementara, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Pemprov Sumsel, H. Darma Budhi, SH.,ST.,MT, meengucapkan terimakasih kepada PT.PLN atas partisipasinya terhadap pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui program konversi kendaraan bahan bakar minyak ke listrik.

“Dengan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau baterai elektrik sebagai kendaraan harian dapat segera terlaksana dengan baik dan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, terutama dalam hal penurunan tingkat polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor BBM,” katanya.

Dalam hal ini pemerintah Provinsi Sumsel punya komitmen untuk mengurangi emisi karbon dan Indonesia umumnya atau sebelumnya telah mengumumkan komitmen ini untuk mencapai emisi net zero emulsion pada tahun 2060 atau lebih awal lagi.

“Dengan tujuan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus juga akan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional karena akan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak impor,” ujarnya.

Kondisi kelistrikan Sumsel, saat ini dengan beban puncak sebesar 1030 megawatt, sedangkan daya mampu membangkit sebesar 2082 artinya ada struktur listrik sebesar 1.052 megawatt fokus listrik ini sebagai potensi untuk digunakan bagi kendaraan listrik di Sumsel.

“Konversi kendaraan listrik ini, salah satu upaya untuk mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, yang dapat memberikan manfaat berupa penghematan bagi konsumen dan pemerintah, terutamanya untuk penghematan biaya bahan bakar dan udara yang lebih bersih,” katanya.

Di tempat yang sama, Drs H Sutoko.M.Si pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel mengatakan, Dinas pendidikan dalam hal ini punya bidang SMK, diantaranya punya pekerjaan untuk menyiapkan calon tenaga kerja menengah lulusan SMK.

Kepala bidang SMK memberikan arahan kepada anak anak untuk di beri latihan-latihan untuk menjawab kebutuhan bilamana masyarakat dalam partai besar memerlukan perubahan dari motor konvensional menjadi motor listrik.

“Atas anjuran Gubernur, SMK itu harus inovatif, mandiri, produktif dalam membaca suasana,” katanya.

Kepala bidang SMK Mondyaboni S.E S.Kom M.Si mengapresiasi dengan baik kegiatan tersebut, karena itu juga anjuran dari Gubernur yaitu SMK itu harus inovatif mandiri dan produktif.

“Gubernur memberikan arahan sumber daya alam itu sangat terbatas (BBM) sedangkan PLN ini bisa diproduksi baik oleh sumber daya alam yang bisa diperbaharui juga,” pungkasnya. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *