Palembang, bidiksumsel.com – Universitas Sriwijaya (UNSRI) gelar wisuda ke 163 secara daring yang di ikuti oleh sebanyak 880 mahasiswa di gedung FH Unsri Bukit Besar Palembang. Rabu, (14/12/2022).
“Untuk mahasiswa yang sudah lulus, saya berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Bukan hanya menjadi pekerjaan, atau bekerja dengan orang,” ungkap Rektor Unsri, Prof Dr Ir Anis Saggaf ditemui seusai acara.
Dengan membuka lapangan bekerja sendiri. Lanjutnya, tentu ilmu yang di dapatkan saat kuliah akan lebih bermanfaat dan dapat melanjutkan ilmunya di dunia kerja. Terlebih lagi para mahasiswa yang lulus dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kuliah agar dapat menjadi ASN itu baik. Namun hendaknya bukan menjadi tujuan akhir dari mahasiswa tersebut karena mahasiswa yang cerdas harus memiliki pola pikir luas. Harus bisa menciptakan peluang di berbagai kesempatan yang ada. Apa lagi saat ini zaman keterbukaan. Jadi semua akses dibuka untuk dapat memajukan segala bidang,” paparnya.
Akan tetapi bukan menjadi ASN itu tidak baik. Hanya saja mahasiswa harus juga bisa menjadi seorang pengusaha, menjadi seorang wirausaha yang sukses, dengan menjadi seorang pengusaha maka akan dapat menyerap tenaga kerja.
“Saya akan bangga jika semua mahasiswa dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Anis pun menambahkan, dulu di era tahun 70an, ASN dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang tidak begitu diminati. Sebab ASN pada saat itu dianggap memiliki penghasilan yang paling minimal dibandingkan dengan pengusaha. Tapi pada era 90an hal ini berubah. Banyak sekali masyarakat Indonesia yang bercita-cita menjadi seorang ASN. Nah saat ini hal tersebut harus diluruskan kembali.
“Dimana saat ini jumlah lulusan mahasiswa dibandingkan dengan peluang menjadi ASN sangat tidak imbang. Maka itu mahasiswa yang sudah tamat harus berusaha menjadi seorang wirausaha,” ungkapnya.
“Bukan berarti tamat kuliah harus duduk diruangan berAC sedangkan yang tamat SMA kerja diruang terbuka. Saya rasa hal ini tidak benar. Sebab kuliah bukan tujuan untuk mencari kerja semata. Bangku kukira untuk mendewasakan pola pikir, kematangan dalam perhitungan dan dapat mengambil peluang,” pungkasnya. (dkd)













