Palembang, bidiksumsel.com – Terkait isu pungli pembelian baju kaos seragam dan spanduk dalam peringatan hari guru dan HUT Korpri terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) di tingkat Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Sekolah Tingkat Pertama (SMP) Negeri Kota Palembang.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kota Palembang, Arianto dengan tegas membantah hal tersebut saat ditemui diruangannya. Kamis, (15/12/2022).
“Kegiatan Jalan Sehat dan berbagai lomba yang kita laksanakan hari Minggu (27/11/2022) lalu (red), di karenakan tidak ada nya anggaran. maka dalam pelaksanaannya, untuk dana nya kita mendapatkan dari beberapa sponsor dan rekanan yang bekerjasama dengan Disdik seperti Teh Botol Sosro, Alumni SMAN 3 Palembang angkatan 86, dan bantuan beberapa orang yang ikhlas mencapai Rp 10 juta, ada juga bantuan dari PGRI,” ungkap Arianto.
Di karenakan kaos seragam itu, desain nya menarik ada beberapa Kepsek yang tertarik ingin juga memiliki nya, tentu saja harus membayar nya, dan jika tidak mau tidak ada pemaksaan karena sifatnya pribadi lantaran tidak ada anggaran.
“Jumlah panitia ada 150 orang. Kami tidak bisa membagi baju seragam itu kepada Kepsek, jadi itu dana pribadi dari Kepsek. Karena ini kegiatan bersama, maka dana yang dikumpulkan juga gotong royong dari donatur,” ucapnya.
Ia menambahkan, tidak ada unsur pemaksaan dan untuk semua door prize pun dari sponsor rekanan yang kerjasama dengan Disdik Kota dan ada juga dari PGRI.
Selain itu, ia juga membantah keras terkait adanya permintaan transport saat sidak ke sekolah mengenai imbauan membuat ucapan juga tidak ada pemaksaan.
“Kita tidak memaksa, yang mau saja dan itupun sebagai bentuk apresiasi dalam memperingati Hari Guru,” pungkasnya. (dkd)












