Lahat  

Tebat Danau Karet Ditata Jadi Sentra Ikan, Bupati Lahat Cek Progres Pembangunan

Lahat, Bidiksumsel.com,-

Pembangunan dan penataan Tebat Danau Karet di Desa Jajaran Baru, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, terus dikebut. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp2,6 miliar tersebut kini telah mencapai progres fisik sekitar 66 persen.

Perkembangan pembangunan itu diketahui saat Bupati Lahat Bursah Zarnubi meninjau langsung pekerjaan di lokasi, Kamis (1/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bursah didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lahat Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T., Plt. Kepala Dinas Perikanan Marully, Kepala Desa Jajaran Baru Bostandi, S.E., Iptu Andi Andri, S.H., serta Darwis Salim, S.E., M.M.

Berdasarkan keterangan pengawas proyek, Bambang, progres fisik pembangunan Tebat Danau Karet saat ini telah mencapai sekitar 66 persen.

Tebat Danau Karet memiliki karakteristik bentuk menyerupai tapal kuda atau huruf U. Kawasan tersebut ditata dengan konsep pengembangan perikanan air tawar dan direncanakan memiliki lebar tebat sekitar 25 meter.

Dengan anggaran pembangunan sekitar Rp2,6 miliar, kawasan ini diarahkan untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya dan penangkaran ikan air tawar.

Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan potensi sektor perikanan daerah. Keberadaan sentra ikan air tawar diharapkan dapat mendukung ketersediaan sumber protein hewani sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selain fungsi perikanan, kawasan Tebat Danau Karet juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata berbasis perairan.

Pembangunan proyek tersebut dilaksanakan dengan masa pekerjaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak dimulainya pekerjaan pada Juli 2026.

Dengan capaian fisik sekitar 66 persen, masih terdapat sekitar 34 persen pekerjaan yang harus diselesaikan hingga mencapai target 100 persen.

Pemantauan terhadap pelaksanaan proyek pun menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, volume, mutu konstruksi, serta ketentuan anggaran yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lahat juga telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pembangunan Tebat Danau Karet pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pemerintah daerah, termasuk Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Perikanan Marully.

Monev dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur perikanan tersebut berjalan sesuai target waktu dan standar mutu yang direncanakan.

Dengan nilai proyek sekitar Rp2,6 miliar, pembangunan Tebat Danau Karet tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga mendukung pengembangan sektor perikanan air tawar di Desa Jajaran Baru dan wilayah sekitarnya.

Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi sentra budidaya dan penangkaran ikan air tawar yang dapat mendukung ketersediaan pangan serta membuka peluang aktivitas ekonomi masyarakat.

Saat ini, pekerjaan masih berlangsung dengan progres sekitar 66 persen. Sisa pekerjaan sekitar 34 persen menjadi bagian yang harus dituntaskan hingga masa pelaksanaan proyek berakhir.

Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal, memenuhi ketentuan teknis, serta dapat dimanfaatkan sesuai tujuan pengembangan kawasan perikanan. (Agusman)

Agusman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *