Reses DPRD Palembang Dapil 1 di Euforia Cafe Bahas Ketenagakerjaan hingga Kepatuhan Perizinan

Palembang, bidiksumsel.com,—

Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Palembang Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang berlangsung di Euforia Cafe & Resto, Selasa (1/9/2026), menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dengan pelaku usaha di Kota Palembang.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyerap aspirasi, tetapi juga membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan operasional usaha. Sejumlah hal menjadi perhatian, mulai dari ketenagakerjaan, kelengkapan administrasi, standar keselamatan, hingga pemenuhan kewajiban usaha sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Pihak pengelola Euforia Cafe & Resto menyambut positif masukan serta rekomendasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut. Evaluasi yang diberikan dinilai memberikan pemahaman lebih jelas mengenai sejumlah aspek yang masih perlu dilengkapi maupun diperbaiki oleh manajemen.

Manajer Operasional Euforia Cafe & Resto, Midji, mengatakan hasil reses tersebut memberikan panduan konkret bagi pihaknya untuk melakukan pembenahan dan menata kegiatan operasional agar berjalan lebih tertib serta sesuai aturan.

“Jadi kita lebih jelas untuk dapat rekomendasi, lebih jelas apa yang harus kami lakukan ke depan. Ada beberapa rekomendasi dan beberapa kewajiban yang harus kami penuhi, belum lengkap di seluruh area,” ujar Midji kepada awak media.

Menurutnya, sejumlah ketentuan yang disampaikan dalam evaluasi tersebut penerapannya dapat menyesuaikan dengan lokasi maupun titik tertentu di lingkungan usaha. Karena itu, manajemen berencana melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan setiap kewajiban dapat dipenuhi secara tepat.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut adalah persoalan ketenagakerjaan. Midji menjelaskan, saat ini Euforia Cafe & Resto memiliki sekitar 13 orang karyawan.

Dengan jumlah tenaga kerja tersebut, terdapat ketentuan administratif yang perlu dipenuhi oleh pihak perusahaan dan sebelumnya belum sepenuhnya dipahami oleh manajemen.

“Kalau untuk ketenagakerjaan, kami kan hanya 13 orang. Ternyata melebihi 10 orang, itu harus ada perjanjian kerja yang diketahui oleh pihak terkait,” jelasnya.

Meski demikian, Midji memastikan dari sisi jam kerja, operasional Euforia Cafe & Resto tidak mengalami persoalan. Ia menyebut jam kerja para karyawan masih berada dalam batas ketentuan yang berlaku.

“Kalau jam kerja kami nggak ada masalah karena memang tidak melebihi batas ketentuan,” tegasnya.

Sementara itu, dari aspek perizinan dan perpajakan, manajemen Euforia Cafe & Resto memastikan tidak terdapat kendala. Seluruh perizinan usaha disebut telah dimiliki dan dilengkapi, sedangkan kewajiban perpajakan dilakukan secara rutin berdasarkan realisasi pendapatan.

“Dari sisi izin kita lengkap, termasuk pajak juga kita sudah setor sesuai dengan pendapatan. Tidak ada permasalahan,” ungkap Midji.

Pihak manajemen selanjutnya berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut. Evaluasi dari anggota legislatif akan dijadikan sebagai bahan pembenahan agar seluruh aspek operasional dapat berjalan lebih tertib, aman, serta memenuhi ketentuan yang berlaku.

Bagi Euforia Cafe & Resto, masukan tersebut bukan hanya menjadi evaluasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan tata kelola usaha secara lebih baik.

Kegiatan reses ini sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dan dialog terbuka antara legislatif dengan pelaku usaha. Melalui komunikasi secara langsung, berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat disampaikan dan dicarikan solusi, sementara pelaku usaha juga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kewajiban yang harus dipenuhi.

Sinergi antara pemerintah, legislatif dan pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang sehat, tertib dan aman, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *