Palembang, bidiksumsel.com – Forum Lintas Asosiasi Umrah dan Haji Khusus Sumatera Selatan menyampaikan keprihatinan serius terkait lonjakan harga tiket pesawat umrah menjelang musim Umrah 1448 Hijriah. Kenaikan harga tersebut dinilai berpotensi mengganggu keberangkatan ribuan jamaah asal Sumatera Selatan yang telah merencanakan perjalanan ibadah pada Juni 2026 mendatang.
Dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi pada Sabtu (9/5/2026) malam, sejumlah asosiasi travel umrah dan haji khusus di Sumsel menyatakan keberatan atas kenaikan harga tiket penerbangan yang dianggap sangat signifikan dan memberatkan calon jamaah.
Forum tersebut terdiri dari AMPUH Sumsel, SAPUHI Sumsel, ASPHIRASI Sumsel, HIMPUH Sumsel, serta AMPHURI Sumsel.

Mereka menilai tiket pesawat merupakan komponen biaya terbesar dalam paket perjalanan umrah. Karena itu, lonjakan harga yang terjadi saat ini berpotensi menyebabkan biaya paket umrah meningkat tajam dan berdampak langsung terhadap kemampuan jamaah untuk berangkat.
“Kami sangat mengkhawatirkan dampak dari kenaikan harga tiket tersebut terhadap antusiasme ibadah umrah 1448 H. Tanpa adanya intervensi dan kebijakan khusus, biaya paket umrah akan melonjak tajam,” demikian bunyi pernyataan resmi forum asosiasi tersebut.
Forum lintas asosiasi juga meminta maskapai penerbangan yang melayani rute umrah agar mempertimbangkan kembali kebijakan harga tiket demi menjaga keberlangsungan penyelenggaraan ibadah umrah masyarakat Indonesia, khususnya jamaah asal Sumatera Selatan.
Menurut mereka, situasi saat ini cukup krusial karena banyak calon jamaah yang telah melakukan pembayaran uang muka bahkan melunasi biaya perjalanan sejak jauh hari. Kenaikan harga tiket secara mendadak dinilai dapat menimbulkan tekanan finansial baik bagi jamaah maupun pihak travel penyelenggara.
Selain berdampak pada keberangkatan jamaah, kondisi tersebut juga dikhawatirkan mempengaruhi stabilitas industri perjalanan ibadah umrah dan haji khusus di daerah.
Forum asosiasi menegaskan bahwa pihak travel tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan menyukseskan penyelenggaraan Umrah 1448 Hijriah. Namun mereka menilai efisiensi biaya penerbangan menjadi faktor utama agar masyarakat tetap mampu menjalankan ibadah ke Tanah Suci.
“Kami tetap berkomitmen untuk menyukseskan penyelenggaraan Umrah 1448 H, namun efisiensi biaya menjadi kunci utama agar niat suci para jamaah tidak terhambat oleh kendala finansial yang bersifat teknis,” tulis forum tersebut.
Mereka juga berharap pemerintah, regulator penerbangan, dan maskapai dapat segera mencari solusi bersama guna menstabilkan harga tiket penerbangan umrah.
Asosiasi menilai diperlukan langkah cepat agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat, terutama jamaah yang berasal dari daerah dan telah menyiapkan dana perjalanan dalam waktu lama.
Selain itu, stabilitas harga tiket dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem penyelenggaraan ibadah umrah nasional, termasuk keberlangsungan usaha biro perjalanan resmi yang selama ini melayani jamaah di berbagai daerah.
Forum lintas asosiasi Sumsel berharap ada kebijakan yang berpihak pada kepentingan jamaah sehingga keberangkatan umrah 1448 Hijriah dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah direncanakan sebelumnya.
Mereka juga mengingatkan bahwa ibadah umrah bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan kebutuhan spiritual masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait, terutama dalam menjaga keterjangkauan biaya perjalanan. (dkd)













