Palembang, bidiksumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi membuka Rapat Teknis Urusan Perpustakaan se-Sumatera Selatan 2026 yang mengusung tema “Membangun Sinergi Terpadu untuk Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM)”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel The Zuri Palembang, Selasa (28/4/2026), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan bidang perpustakaan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat Sumatera Selatan.
Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pembenahan minat baca tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh sektor secara terintegrasi. Ia menyebut rendahnya indeks literasi sebagai tantangan besar yang membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga lembaga pendidikan.
“Kita harus membenahi semua lini dan mengintegrasikan perpustakaan ke seluruh sektor. Rapat kerja ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran kita dalam mengejawantakan tujuan perpustakaan, baik dari sisi opini maupun kinerja nyata,” ujar Herman Deru di hadapan peserta rapat.
Menurutnya, peningkatan literasi bukan hanya tentang penyediaan buku, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyoroti kondisi fasilitas literasi di lapangan, khususnya keberadaan Pojok Baca yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menilai masih adanya fasilitas Pojok Baca yang kurang terawat menjadi indikator perlunya perhatian lebih dari pemerintah daerah. “Bagaimana cara kita membuat anak cucu kita gemar membaca? Saya perhatikan Pojok Baca yang ada masih ada yang berdebu. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Ia juga meminta setiap kabupaten dan kota di Sumatera Selatan untuk mencari solusi konkret atau jumping solution sesuai dengan karakteristik dan tantangan masing-masing wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, melaporkan bahwa rapat teknis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi program kerja tahun 2027 antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi forum penting untuk mengharmonisasikan kebijakan nasional dan daerah terkait pengembangan perpustakaan. “Kegiatan ini juga bertujuan mengharmonisasikan kebijakan nasional dan daerah, serta memberikan edukasi kepada pemangku kepentingan mengenai perubahan mekanisme pengukuran IPLM dan TKM sesuai peraturan Perpusnas tahun 2025,” jelas Fitriana.
Dalam laporannya, Fitriana juga menyampaikan capaian membanggakan yang diraih Sumatera Selatan dalam bidang literasi. Ia menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Provinsi Sumatera Selatan berhasil menempati peringkat ketiga nasional pada tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa upaya peningkatan literasi yang dilakukan selama ini telah menunjukkan hasil positif, meskipun masih membutuhkan penguatan di berbagai aspek. Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E. Aminudin Aziz, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas komitmen yang dinilai konsisten dalam pengembangan perpustakaan.
Ia memaparkan berbagai kebijakan dari pemerintah pusat yang dirancang untuk mendukung penguatan literasi di daerah, termasuk di Sumatera Selatan. Menurutnya, capaian literasi Provinsi Sumatera Selatan saat ini tergolong baik jika dibandingkan dengan rata-rata capaian di tingkat kabupaten dan kota.
Rapat teknis tersebut dihadiri oleh 10 Bunda Literasi serta jajaran Kepala Dinas Perpustakaan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan literasi sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan budaya membaca di Sumatera Selatan dapat terus meningkat, sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (rd)













