APASS Resmi Dikukuhkan, Wawako Prima Salam Minta Industri Advertising Jadi Mitra Strategis Pemkot

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri kreatif, khususnya di sektor periklanan. Hal ini ditandai dengan pengukuhan kepengurusan Asosiasi Pengusaha Advertising Sumatera Selatan (APASS) periode 2026–2031 yang dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, dalam sebuah seremoni resmi di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Kamis (9/4/2026).

Pengukuhan kepengurusan APASS tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan peran industri periklanan sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Tidak hanya sebagai pelaku usaha, para pengusaha advertising diharapkan mampu berperan aktif dalam membantu pemerintah menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat secara efektif dan kreatif.

Dalam sambutannya, Prima Salam menegaskan bahwa peran industri advertising memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran publik. Menurutnya, komunikasi pembangunan yang baik sangat bergantung pada bagaimana pesan disampaikan secara menarik, mudah dipahami, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Peran advertising sangat strategis dalam membangun kesadaran publik. Kami berharap APASS dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengemas dan menyampaikan informasi pembangunan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Prima Salam di hadapan para pengurus yang baru dikukuhkan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri periklanan dalam menciptakan tata kelola reklame yang tertib dan berestetika. Persoalan reklame ilegal dan pemasangan yang tidak sesuai aturan, menurutnya, masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara bersama-sama.

Prima Salam menyebutkan bahwa hingga saat ini masih ditemukan sejumlah reklame yang dipasang secara sembarangan tanpa izin resmi. Kondisi tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berdampak pada keindahan tata kota.

“Kita masih menemukan banyak reklame yang dipasang sembarangan dan tidak memiliki izin. Ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengganggu estetika kota. Kami mengajak APASS untuk bersama-sama melakukan penertiban dan menciptakan wajah kota yang lebih rapi dan nyaman,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa dengan kolaborasi yang baik, sektor advertising memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pengelolaan reklame yang tertib dan terstruktur diyakini mampu memberikan kontribusi finansial yang signifikan bagi pembangunan kota.

Sementara itu, Ketua APASS periode 2026–2031, Indrayani, menyampaikan komitmennya untuk membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kota Palembang. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan tata kelola industri periklanan yang profesional dan berdaya saing.

Menurut Indrayani, APASS tidak hanya akan berorientasi pada pertumbuhan bisnis anggota, tetapi juga berperan dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam penataan dan pengembangan sektor periklanan di Kota Palembang.

“Kami siap bersinergi penuh dengan Pemerintah Kota Palembang. APASS berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata, baik dalam mendukung pembangunan kota maupun menciptakan industri advertising yang profesional, tertib, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Dengan kepengurusan yang baru, APASS diharapkan mampu menjadi motor penggerak industri periklanan di Sumatera Selatan. Keberadaan asosiasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa aktivitas periklanan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek estetika, ketertiban, serta tanggung jawab sosial terhadap lingkungan perkotaan.

Ke depan, Pemerintah Kota Palembang berharap kolaborasi antara APASS dan pemerintah daerah dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat, sektor periklanan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat luas melalui penyampaian informasi publik yang lebih efektif dan pembangunan kota yang semakin tertata. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *