Lahat, bidiksumsel.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lahat dalam mengembangkan sektor pariwisata kembali ditegaskan. Sabtu (21/02/2026), Bupati Lahat Bursah Zarnubi melakukan peninjauan langsung potensi kawasan Danau Batu yang berada di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Bursah ingin melihat secara langsung kondisi geografis dan peluang pengembangan kawasan yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam sekaligus sentra pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Anggota DPRD Kabupaten Lahat dari Fraksi Golkar, Eva Lili Susanti, Camat Tanjung Tebat, serta Kepala Desa Tanjung Raya. Kehadiran unsur legislatif dan pemerintah kecamatan menunjukkan keseriusan lintas sektor dalam mendorong pengembangan kawasan tersebut.
Secara geografis, Danau Batu memiliki bentang alam relatif datar dengan luasan diperkirakan mencapai sekitar 14 hektare. Hamparan area terbuka ini dinilai sangat strategis untuk ditata menjadi kawasan wisata terpadu. Ruang yang cukup luas memungkinkan pembangunan fasilitas pendukung seperti area parkir, pusat kuliner, kafe, hingga spot rekreasi keluarga.
Tak hanya itu, daya tarik utama Danau Batu terletak pada panorama alamnya. Latar belakang perbukitan yang merupakan bagian dari rangkaian Bukit Barisan menghadirkan pemandangan eksotis yang masih alami. Keasrian lingkungan menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki destinasi wisata baru.
“Potensi alam di Danau Batu ini sangat menjanjikan. Jika ditata dengan baik, kawasan ini bisa menjadi salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Lahat yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Bursah di sela peninjauan.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata bukan sekadar membangun lokasi rekreasi. Lebih dari itu, wisata harus menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadiran destinasi baru akan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, mulai dari UMKM kuliner, penyewaan perahu atau wahana rekreasi, jasa parkir, hingga usaha kreatif berbasis potensi desa.
Bursah menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lahat akan menyiapkan perencanaan awal yang matang. Konsep pengembangan akan disesuaikan dengan karakter alam setempat, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan. Penataan kawasan akan mempertimbangkan penyediaan sarana dan prasarana dasar, seperti akses jalan, sanitasi, dan fasilitas umum lainnya.
Anggota DPRD Eva Lili Susanti yang turut hadir menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sangat penting agar rencana pengembangan dapat masuk dalam skema perencanaan dan penganggaran daerah secara berkelanjutan.
Selain infrastruktur fisik, pelibatan masyarakat desa juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah berencana mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan kawasan wisata. Skema pemberdayaan berbasis desa diharapkan mampu menciptakan rasa memiliki sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Dengan luas lahan yang memadai dan lanskap alam yang indah, Danau Batu dinilai memiliki semua prasyarat untuk berkembang menjadi destinasi unggulan. Tantangannya kini terletak pada konsistensi perencanaan dan dukungan lintas sektor.
Peninjauan ini menjadi langkah awal menuju transformasi kawasan. Jika terealisasi sesuai rencana, Danau Batu bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi desa yang berbasis potensi lokal.
Di tengah upaya diversifikasi sektor ekonomi daerah, pariwisata menjadi salah satu andalan. Dan dari Desa Tanjung Raya, harapan itu mulai dirajut bahwa Danau Batu suatu hari nanti akan dikenal luas sebagai ikon wisata baru Kabupaten Lahat. (agusman)













