Lahat, bidiksumsel.com – Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, geliat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lahat mulai terasa. Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih secara resmi membuka Pasar Ramadhan 1447 H yang dipusatkan di kawasan Tepian Ayek Lematang, Kamis (19/2/2026).
Peresmian Pasar Ramadhan ini menjadi penanda dimulainya aktivitas perdagangan musiman yang selalu dinanti masyarakat setiap bulan puasa. Selain menjadi pusat berburu takjil dan kuliner khas Ramadhan, pasar ini juga menjadi ruang penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan.
Pasar Ramadhan Lahat akan berlangsung selama 29 hari penuh sepanjang bulan suci Ramadhan. Pemerintah Kabupaten Lahat menyiapkan dua lokasi strategis agar aktivitas perdagangan lebih tertata dan menjangkau masyarakat luas.
Lokasi pertama berada di bawah Jembatan Benteng, yang diikuti oleh 30 pelaku UMKM. Area ini dimanfaatkan sebagai sentra jajanan cepat saji dan takjil favorit masyarakat sekitar.
Sementara lokasi kedua berada di halaman Taman Ayek Lematang, yang diikuti oleh 166 UMKM yang tergabung dalam perkumpulan pedagang kaki lima. Kawasan ini menjadi titik utama keramaian karena letaknya yang strategis dan nyaman bagi pengunjung.
Dengan total 196 UMKM yang terlibat, Pasar Ramadhan Lahat tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dan terpadat dalam beberapa tahun terakhir.
Usai melakukan peresmian, Wabup Lahat langsung berkeliling meninjau aktivitas pasar pada hari pertama Ramadhan. Ia menyusuri lapak-lapak UMKM yang menjajakan aneka takjil, minuman segar, kue tradisional, hingga kuliner khas Ramadhan yang menggugah selera.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Widia Ningsih juga berdialog langsung dengan para pedagang. Ia mendengarkan berbagai masukan terkait penataan lapak, arus pengunjung, hingga harapan pedagang selama Pasar Ramadhan berlangsung.
Tak hanya itu, Wabup juga menyapa para pengunjung dan bahkan membeli sejumlah takjil dari pedagang. Kehadirannya disambut antusias warga yang memanfaatkan Pasar Ramadhan sebagai tempat berburu menu berbuka puasa bersama keluarga.
Dalam keterangannya, Wabup Lahat menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di tengah para pedagang merupakan bentuk dukungan moral sekaligus komitmen untuk mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
“Kami ingin memastikan para pedagang merasa didukung dan difasilitasi dengan baik. Mudah-mudahan Pasar Ramadhan ini membawa berkah, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja,” ujar Widia Ningsih.
Menurutnya, Pasar Ramadhan bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya di momentum bulan suci yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat.
Sejak sore hari, kawasan Pasar Ramadhan mulai dipadati pengunjung. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa ketika warga berkeliling memilih takjil favorit untuk berbuka puasa.
Bagi pelaku UMKM, Pasar Ramadhan menjadi peluang emas untuk meningkatkan omzet. Sementara bagi masyarakat, keberadaan pasar ini memberikan kemudahan dalam mendapatkan beragam pilihan menu berbuka dengan harga terjangkau.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lahat, Pasar Ramadhan 1447 H diharapkan tidak hanya menjadi pusat kuliner musiman, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan dan semangat berbagi di bulan penuh berkah. (agusman)













