Lahat, bidiksumsel.com – Semiloka Invitasi Pelajar Pancasila Tahun 2025 resmi ditutup pada Minggu, 24 November 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika Lahat tersebut mengusung tema “Dimensi-Dimensi Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia” dan diikuti ratusan peserta dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Lahat.
Acara penutupan semiloka berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lahat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, para narasumber, serta perwakilan guru dan siswa dari sejumlah SMA. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya penguatan karakter pelajar sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan semiloka yang berlangsung selama beberapa hari tersebut. Ia menilai, kegiatan ini memiliki nilai strategis karena menyentuh langsung upaya pembentukan karakter generasi muda di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Penguatan karakter melalui implementasi Profil Pelajar Pancasila adalah kunci utama dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan era global,” ujar Widya di hadapan peserta.
Widya Ningsih menjelaskan bahwa enam dimensi Profil Pelajar Pancasila beriman dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, serta mampu hidup dalam keberagaman global merupakan fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, dimensi-dimensi tersebut harus dipahami secara utuh dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Penguatan karakter harus dimulai sejak dini agar generasi muda tidak mudah tergerus oleh arus perkembangan teknologi dan pengaruh negatif globalisasi,” tegasnya.
Ia kemudian mencontohkan keberhasilan Jepang sebagai negara maju yang mampu berkembang pesat berkat kualitas sumber daya manusia, meskipun memiliki keterbatasan sumber daya alam. Hal tersebut, menurut Widya, menjadi pelajaran penting bahwa investasi terbesar suatu daerah dan bangsa adalah pada pembangunan manusia yang berkarakter dan berintegritas.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Lahat juga menyinggung pentingnya pemerataan pendidikan. Ia berharap kegiatan semiloka semacam ini tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi dapat menjangkau SMA di seluruh kecamatan, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik dan ke depan harus bisa menjangkau sekolah-sekolah di pelosok. Anak-anak di desa juga memiliki potensi besar dan berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Selain itu, Widya Ningsih turut menyampaikan harapannya agar kewenangan pengelolaan SMA dapat kembali berada di bawah pemerintah kabupaten. Menurutnya, jika pengelolaan SMA berada di tingkat kabupaten, pemerintah daerah akan lebih leluasa dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, serta memberikan pelayanan pendidikan yang lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Lebih lanjut, Widya memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lahat telah mulai menjalankan program beasiswa bagi siswa berprestasi sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul. Pada tahun ini, sebanyak 100 pelajar mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Lampung, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Riau.
“Program beasiswa ini diharapkan dapat mencetak generasi muda Lahat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa kebangsaan yang kokoh,” katanya.
Tidak hanya fokus pada sektor pendidikan, Widya Ningsih juga menyinggung kebijakan daerah terkait perlindungan tenaga kerja lokal. Ia berharap penerapan peraturan daerah tersebut dapat membuka lebih banyak lapangan kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas, sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Lahat.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Lahat berharap Semiloka Invitasi Pelajar Pancasila Tahun 2025 dapat menjadi momentum penting bagi para pelajar untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mendorong para pelajar agar aktif berorganisasi secara positif serta berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui karakter yang kuat, sikap nasionalisme, dan wawasan kebangsaan yang luas.
“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika karakter dan nilai kebangsaan ditanamkan sejak sekarang, saya yakin Kabupaten Lahat akan memiliki generasi penerus yang mampu membawa daerah ini menuju kemajuan,” pungkas Widya Ningsih.
Dengan berakhirnya semiloka ini, diharapkan semangat Profil Pelajar Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan terus hidup dan tumbuh dalam setiap langkah generasi muda Kabupaten Lahat menuju masa depan Indonesia yang maju dan berdaulat. (agusman)













