Ratu Dewa Gerak Cepat Benahi Kawasan Kumuh Palembang, 1.500 Rumah Siap Direhab Tahun 2026
Palembang, bidiksumsel.com – Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si, mengambil langkah cepat dan terukur untuk mengatasi persoalan kawasan kumuh di Kota Palembang. Tidak menunggu lama setelah bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Ratu Dewa langsung turun meninjau kondisi hunian padat penduduk di Jalan Pangeran Sidoing Lautan, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus, Senin (17/11/2025).
Kedatangan Ratu Dewa bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini adalah tindak lanjut nyata dari pembahasan strategis terkait percepatan peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan bahwa sedikitnya 1.500 rumah tidak layak huni (RTLH) akan menerima bantuan perbaikan melalui skema kolaborasi pemerintah pusat dan lembaga sosial.
Wali Kota mengungkapkan, hasil pertemuan di tingkat pusat berhasil mengamankan dukungan anggaran yang signifikan untuk Kota Palembang.
“Alhamdulillah, hasil pertemuan dengan Pak Menteri PKP dan Kepala BPS membuahkan hasil. Sebanyak 1.000 rumah akan kita perbaiki lewat APBN, ditambah 500 rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi,” jelasnya.
Angka ini menjadi titik awal percepatan program pengentasan kawasan kumuh yang sejak lama menjadi prioritas Pemerintah Kota Palembang.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa menjelaskan bahwa Kecamatan Gandus merupakan salah satu dari enam kecamatan prioritas dalam agenda peninjauan hunian tidak layak. Di Gandus sendiri, ada 376 unit rumah yang sudah masuk daftar perbaikan tahap pertama.
Dua lokasi awal yang difokuskan ialah :
- Lorong H. Bahusin — 14 unit
- Lorong Hidayah — 10 unit
Lima kecamatan prioritas lain antara lain Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Bukit Kecil, Ilir Barat I, dan Ilir Barat II.
“Total ada lebih dari 3 ribu rumah yang harus kita benahi. Target kami, dalam dua tahun ke depan seluruhnya selesai,” tegas Ratu Dewa.
Tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan, Pemkot Palembang juga menyinergikan program peningkatan kualitas hunian dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Perbaikan rumah hanyalah pintu masuk. Kami ingin masyarakat naik kelas dan berdaya secara ekonomi,” kata Ratu Dewa.
Program ini menyasar pelatihan keterampilan, peningkatan pendapatan, serta membuka akses pembiayaan bagi warga berpenghasilan rendah.
Yayasan Buddha Tzu Chi, kata Ratu Dewa, akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk 500 unit rumah layak, yang diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong dan solidaritas sosial lintas lembaga.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palembang (Perkimtan), Alex Fernandus, bersama Camat Gandus Jufriansyah, STTP, M.Si, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci mengatasi persoalan hunian tidak layak.
“Kerja sama seperti ini menunjukkan bahwa kemiskinan bukan hanya urusan pemerintah. Semua harus turun tangan,” ujar Alex.
Ia menambahkan, pembangunan rumah layak bukan hanya soal struktur fisik, tetapi juga menyangkut kualitas hidup.
“Rumah bukan hanya bangunan. Ketika rumah layak, kesehatan membaik, anak-anak bisa belajar nyaman, ekonomi tumbuh. Ini fondasi kesejahteraan,” tegasnya.
Dalam tahap awal, Pemkot Palembang telah mengusulkan 955 unit rumah untuk masuk dalam skema bantuan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), dengan rincian :
- Gandus : 376 unit
- Seberang Ulu I : 331 unit
- Seberang Ulu II : 248 unit
Usulan ini akan menjadi gelombang pertama yang dieksekusi setelah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
Ratu Dewa menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh adalah bagian dari visi besar Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera melalui gerakan Palembang Peduli. Dengan dukungan pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, serta partisipasi masyarakat, ia optimistis transformasi hunian akan berjalan cepat.
“Bersama pemerintah pusat dan mitra sosial, kami yakin Palembang akan menjadi kota yang benar-benar peduli pada warganya,” tutupnya. (rd)













