Inflasi Palembang Tembus 3,36%! Emas dan BBM Jadi Biang Kenaikan Harga Oktober 2025

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Kota Palembang mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,36% pada Oktober 2025, sedikit di atas target nasional 2,5% ± 1%. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga emas perhiasan dan penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Solar, Dexlite, serta Pertamina Dex.

Menurut Edi Subeno, SE, M.Si, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, inflasi bulanan (m-to-m) berada di level 0,16%, sedangkan inflasi tahun berjalan (y-to-d) mencapai 2,53%. “Kenaikan inflasi bulan ini terutama dipicu oleh komoditas emas perhiasan, BBM non-subsidi, serta bahan pangan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras,” jelasnya.

Ia menambahkan, harga emas perhiasan naik signifikan 7,91% dan memberikan andil 0,26% terhadap inflasi. Kenaikan ini sejalan dengan kondisi ketidakpastian ekonomi global yang mendorong investor beralih ke instrumen safe haven seperti emas.

Sementara itu, penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada 1 Oktober 2025 turut memicu inflasi di sektor transportasi. Harga Dexlite naik Rp100 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik Rp150 per liter, sehingga meningkatkan biaya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Dari sisi kelompok pengeluaran, sektor makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 1,56%.
Komoditas yang paling berpengaruh adalah daging ayam ras, telur ayam ras, ikan gabus, dan wortel.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menjelaskan bahwa meski ada kenaikan di beberapa sektor, kondisi inflasi secara umum masih terkendali. “Pemerintah Kota Palembang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menjaga stabilitas harga agar tetap sesuai target nasional,” ujarnya.

Dalam menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Palembang menerapkan Strategi 4K yang menjadi pedoman utama penanganan inflasi daerah :

  1. Ketersediaan Pasokan
    Pemkot memperkuat kerja sama antar daerah produsen, membagikan bibit tanaman dan pupuk bersubsidi untuk menjaga suplai bahan pangan.
  2. Kestabilan Harga
    Operasi pasar murah akan digelar secara rutin di tingkat kecamatan dan kelurahan. Pemkot juga memperkuat posisi pasar tradisional serta menyalurkan cadangan pangan bersama Bulog untuk menekan lonjakan harga bahan pokok.
  3. Kelancaran Distribusi
    Upaya dilakukan melalui perbaikan infrastruktur jalan, revitalisasi pasar, serta pengaturan lalu lintas demi memastikan rantai logistik berjalan tanpa hambatan.
  4. Komunikasi Efektif
    Pemkot berkomitmen menyampaikan informasi harga dan ketersediaan bahan pokok secara transparan melalui media, koordinasi lintas daerah, dan kampanye belanja di pasar tradisional.

“Inflasi bukan hanya soal angka, tetapi menyangkut stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Karena itu, komunikasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama,” kata Isnaini.

Pemkot Palembang juga memberikan apresiasi kepada BPS Kota Palembang atas penyediaan data inflasi yang akurat dan tepat waktu, serta kepada TPID Kota Palembang dan seluruh pihak yang terus bersinergi menjaga stabilitas harga.

“Data yang akurat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang cepat dan tepat, sehingga penanganan inflasi bisa lebih efektif,” tutur Isnaini menambahkan.

Dengan tren kenaikan harga emas dan BBM yang masih berlanjut, serta meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun, Pemkot Palembang akan terus memperkuat koordinasi bersama BI, Bulog, dan BPS. Harapannya, inflasi tetap terkendali di bawah 4% hingga akhir 2025, seiring dengan pulihnya daya beli masyarakat. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *