Serap Aspirasi Dunia Pendidikan, Hj. Zaitun Mawardi Yahya Gelar Reses di SMK PGRI 2 Palembang!

bidiksumsel.com/dkd

DPRD Sumsel Serap Aspirasi Pendidikan, Hj. Zaitun Mawardi Yahya Hadiri Reses di SMK PGRI 2 Palembang

Palembang, bidiksumsel.com – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Palembang kembali melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang IV Tahun 2025 di SMK PGRI 2 Palembang, Selasa (14/10/2025). Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para wakil rakyat untuk menyerap aspirasi langsung dari pihak sekolah, tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar, khususnya terkait persoalan pendidikan di Kota Palembang.

Mewakili Anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil II, Hj. Zaitun Mawardi Yahya, SH, M.Kn, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan titik kedua dari rangkaian reses yang telah dijadwalkan. Sebelumnya, titik pertama telah dilaksanakan di SMA IT Hasanah Palembang.

“Alhamdulillah, ini sudah titik kedua kami hari ini. Sebelumnya di SMA IT Hasanah, dan sekarang di SMK PGRI 2 Palembang. Masalah yang banyak disampaikan masih seputar guru PPPK dan sarana prasarana sekolah,” ujar Hj. Zaitun dalam sambutannya.

Dalam dialog bersama pihak sekolah, sejumlah tenaga pendidik menyampaikan aspirasi agar pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer yang hingga kini belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, banyak sekolah swasta yang mengeluhkan kondisi infrastruktur seperti ruang kelas, atap, dan lantai yang rusak dan membutuhkan perbaikan.

Menanggapi hal tersebut, Hj. Zaitun menegaskan bahwa seluruh usulan dan keluhan akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD dan komunikasi lintas instansi.

“Usulan-usulan tersebut kami terima dan akan kami perjuangkan. Kami juga menyarankan agar data kebutuhan sekolah dimasukkan ke dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan) supaya dapat terpantau oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap sekolah swasta menjadi bagian penting dalam menjaga pemerataan akses pendidikan di Kota Palembang. Menurutnya, keberadaan sekolah swasta tidak boleh diabaikan karena turut berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami berterima kasih atas keberadaan sekolah swasta yang tetap menjaga mutu pendidikan. Ini menjadi jalan tengah bagi anak-anak agar tetap bisa mendapatkan pendidikan yang baik,” tambah Zaitun.

Selain persoalan pendidikan, Hj. Zaitun juga menyinggung isu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan di berbagai daerah. Ia menegaskan, secara nasional terdapat sekitar 9.000 dapur penyedia MBG, dan dari jumlah tersebut hanya 70 dapur yang ditemukan bermasalah.

“Data nasional menunjukkan ada 70 dapur yang bermasalah dari sekitar 9.000 yang ada. Itu sudah diberikan sanksi, bahkan ada yang diberhentikan sementara. Insyaallah regulasi akan terus disempurnakan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh para guru dan tenaga pendidik yang hadir. Mereka menilai kehadiran anggota DPRD ke sekolah bukan hanya simbolis, tetapi juga wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mendengar suara masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 2 Palembang, Eddyson, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian DPRD Sumsel terhadap dunia pendidikan, khususnya sekolah swasta. Ia mengatakan, kegiatan reses seperti ini sangat membantu pihak sekolah dalam menyampaikan langsung berbagai kendala di lapangan.

“Kami bersyukur karena program DPRD ini terjun langsung ke sekolah. Banyak masalah di dunia pendidikan, mulai dari sarana prasarana, pembelajaran, hingga tenaga pendidik. Dengan adanya reses ini, kami merasa didengar,” ujar Eddyson.

Ia juga berharap program reses dapat terus berlanjut dan tidak berhenti hanya pada tahun 2025. Menurutnya, banyak sekolah swasta yang masih berjuang dengan keterbatasan, baik dalam hal anggaran maupun fasilitas.

“Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar DPRD bisa mendengar langsung kondisi sekolah. Banyak sekolah swasta yang masih berjuang dengan keterbatasan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Eddyson juga menjelaskan bahwa SMK PGRI 2 Palembang memiliki lima jurusan unggulan, yaitu Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, serta dua jurusan lain yang menjalin kerja sama dengan sejumlah industri besar seperti Yamaha, Fuso, PT Axioo, dan Telkomsel.

“Kami menggunakan kurikulum nasional yang dikombinasikan dengan kurikulum industri. Jadi siswa tidak kaget ketika masuk dunia kerja,” jelasnya.

Dengan dukungan dari DPRD Sumsel dan kolaborasi yang kuat antara sekolah dan dunia industri, Eddyson optimistis SMK PGRI 2 Palembang akan terus mencetak lulusan yang unggul, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja.

“Kami yakin, dengan sinergi antara sekolah, industri, dan pemerintah, SMK bisa benar-benar menjadi pusat penggerak pendidikan vokasi di Palembang,” tutupnya. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *