Harumkan Palembang! Pondok Tahfizh Al-Karim Gelar Haflah dan Bangun Sekolah Qur’ani Modern

Analis Kebijakan Ahli Utama Setda Provinsi Sumsel yang mewakili Gubernur Sumsel, Rosidin Hasan saat meletakan batu pertama pembangunan Sekolah Tahfizh Al-Qur’an Al-Karim

Palembang, bidiksumsel.com – Suara lantunan ayat suci menggema lembut di udara pagi yang hangat di Komplek Perumahan Rakyat, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Ratusan santri, wali murid, dan tokoh masyarakat berkumpul dalam suasana penuh haru dan khidmat. Mereka hadir menyaksikan Haflah Tahfizh Al-Qur’an Program Reguler ke-5 dan Program Khusus Metode Tabarak & Percepatan ke-4, yang digelar oleh Pondok Tahfizh Al-Qur’an Al-Karim. Minggu, 12 Oktober 2025.

Namun, acara ini bukan sekadar perayaan kelulusan hafizh dan hafizhah. Momentum kali ini juga menjadi langkah besar dalam perjalanan dakwah dan pendidikan Qur’ani ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Tahfizh Al-Qur’an Al-Karim, lembaga pendidikan baru yang akan berdiri megah di depan pondok pesantren utama.

Sejak pagi, suasana di sekitar lokasi tampak ramai. Para wali santri dengan pakaian terbaik mereka datang membawa wajah penuh kebanggaan. Di atas panggung, beberapa santri kecil dengan suara merdu melantunkan hafalan mereka. Air mata haru tak terbendung, terutama dari para orang tua yang menyaksikan anak-anak mereka mampu menghafal puluhan juz Al-Qur’an di usia muda.

Acara ini turut dihadiri oleh tokoh agama, masyarakat sekitar, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Hadir pula Rosidin Hasan, Analis Kebijakan Ahli Utama Setda Provinsi Sumsel yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan, memberikan apresiasi yang tinggi atas kiprah pondok tahfizh tersebut.

“Hari ini adalah hari penuh barokah. Atas nama Gubernur Sumatera Selatan, kami menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang konsisten menghidupkan kegiatan religius seperti ini,” ujar Rosidin Hasan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pembelajaran Al-Qur’an bukan hanya mencerdaskan akal, melainkan juga membangun karakter dan moral yang kuat bagi generasi muda.

“Membumikan Al-Qur’an berarti menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup. Dengan Al-Qur’an, insyaAllah masyarakat Sumatera Selatan akan tumbuh menjadi pribadi berakhlak dan berilmu,” tambahnya.

Bagi Pondok Tahfizh Al-Qur’an Al-Karim, momen ini menjadi tonggak sejarah. Ketua Pembina, Ustadz Muhammad Mukhlis, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah baru merupakan bentuk pengembangan lembaga yang telah berdiri selama sepuluh tahun terakhir.

“Sekolah Tahfizh ini dibangun di atas lahan seluas 821 meter persegi dan akan terdiri dari tiga lantai. Nantinya menampung jenjang TK, SD, dan SMP, dengan target utama hafalan 30 juz Al-Qur’an,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pondok Al-Karim juga tengah mempersiapkan lahan baru di kawasan Mata Merah seluas enam hektare yang akan dikembangkan untuk program tahfizh tingkat lanjut, khususnya bagi santri luar kota.

“Kami ingin santri memiliki lingkungan belajar yang nyaman, fokus, dan kondusif untuk menghafal. Dengan lahan yang luas dan suasana tenang, semoga cita-cita kami membentuk generasi Qur’ani semakin kuat,” tambahnya.

Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, Pondok Tahfizh Al-Karim memandang perannya sebagai benteng moral bagi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Kami ingin anak-anak terlindungi dari kerusakan moral seperti narkoba dan kecanduan gawai. Karena itu, pendidikan berbasis Al-Qur’an adalah solusi terbaik,” tegas Ustadz Mukhlis di hadapan hadirin.

Program tahfizh yang dikembangkan pondok ini tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pendalaman makna, adab, dan penerapan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari. Santri dididik untuk menjadi hafizh yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan kandungannya.

Sementara itu, pemerintah provinsi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lembaga keagamaan yang memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan karakter bangsa.

Santri, wali, dan masyarakat sekitar tampak antusias menyaksikan prosesi tersebut. Di sela doa bersama, beberapa santri kecil menggenggam batu kecil yang mereka persembahkan secara simbolis, seakan ikut menanam harapan masa depan mereka di pondasi sekolah baru.

“InsyaAllah, dari tempat ini akan lahir para penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya cerdas, tapi juga berjiwa pemimpin,” tutur Ustadz Mukhlis dengan mata berbinar.

Dengan berdirinya Sekolah Tahfizh Al-Qur’an Al-Karim, Palembang menambah satu lagi pusat pendidikan Al-Qur’an modern yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pembangunan karakter.

Suara lantunan ayat suci pada penutupan acara menjadi penegas semangat itu bahwa di tengah perubahan zaman, nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi cahaya yang menerangi langkah generasi muda Sumatera Selatan menuju masa depan yang lebih baik. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *