128 Peserta Adu Bakat Lukis SMB II dan dr. AK Gani, Suasana Museum Mendadak Hidup!

fhoto : ist

Lukisan Pahlawan dan Semangat Anak Palembang : Lomba Lukis Hari Jadi Kota ke-1342 Pukau Museum SMB II

Palembang, bidiksumsel.com – Suasana damai dan penuh semangat memenuhi halaman dan lantai II Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang saat ratusan anak-anak hingga dewasa berkumpul untuk merayakan Hari Jadi Kota Palembang ke-1342 melalui cara yang berbeda: lomba lukis dan mewarnai potret dua pahlawan nasional asal Sumatera Selatan, SMB II dan Mayjen TNI (Purn) dr. AK Gani.

Kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya merawat nilai kebangsaan melalui karya seni. Dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM, Edison, kegiatan ini mengusung pesan besar: membangkitkan semangat kebangsaan generasi muda melalui ekspresi seni.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Ini bentuk gotong-royong dalam melestarikan budaya,” ujarnya dalam sambutan pembukaan, Selasa (2/7/2025).

Tak ketinggalan, Sekretaris Dinas Kebudayaan Palembang, Septa Marus, menyebut museum kini bukan sekadar tempat menyimpan artefak, melainkan juga ruang berekspresi.

“Museum harus menjadi ruang inklusif. Tempat masyarakat belajar, berkreasi, dan mencintai budayanya sendiri,” katanya penuh semangat.

Ratusan Peserta, Nuansa Meriah, dan Pesan Mendalam

Sebanyak 128 peserta dari kategori SD, SMP, SMA hingga umum tampak antusias menggoreskan kreativitas di atas kertas dan kanvas. Suasana tetap tenang meski ramai. Di bawah rindangnya pelataran museum, para orang tua dan guru turut mendampingi dengan bangga.

Ketua Panitia, Taufan Arifin, menyampaikan antusiasme peserta bahkan membuat sebagian calon peserta yang terlambat daftar harus kecewa.

“Banyak yang datang langsung ke lokasi, tapi karena sistem online otomatis terkunci pada 28 Juni. Ini juga bentuk pembelajaran tentang disiplin dan adaptasi teknologi,” ujarnya.

Selain lomba, workshop “Portrait Oil on Canvas” juga digelar dengan antusiasme tinggi. Sebanyak 70 peserta dari berbagai kalangan menyimak teknik dasar menggambar wajah, memilih warna kulit, hingga menyeimbangkan komposisi lukisan dengan cat minyak.

“Saya senang bisa tahu cara memilih warna kulit untuk melukis wajah orang. Jadi makin tertarik belajar lebih dalam,” ujar Ibu Silva, salah satu peserta workshop.

Penjurian Ketat: Seni Adalah Detil dan Rasa

Penjurian dilakukan oleh tiga tokoh seni rupa : Taufan Arifin, DR. A. Erwan Suryanegara, M.Sn., dan Joko Susilo. Penilaian mempertimbangkan kemiripan sosok tokoh, teknik melukis, kreativitas, ekspresi, dan keselarasan warna.

“Kesalahan kecil pada bentuk bisa membuat wajah tokoh tampak aneh. Seni lukis butuh kepekaan tinggi,” kata Taufan.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang prestasi, tetapi juga cara mengenalkan sejarah dan membentuk semangat patriotisme generasi muda.

“Dari sini muncul potensi baru, ide baru, dan semangat baru untuk seni rupa Palembang,” ungkapnya.

Inilah Para Pemenang Terbaik

Setelah proses penjurian intensif, berikut nama-nama peserta terbaik :

Kategori Mewarnai SD (6–12 Tahun) :

  1. Fatimah Azzahra
  2. Anggun Adelia Safitri
  3. Alya Zalijah
    Harapan : Zahra Nur Indah R., Alisya Mitfathul Janna, Floren Cataleya

Kategori Mewarnai SMP (13–15 Tahun) :

  1. Putri Nabila
  2. Felicia Juliano
  3. Nisa Elsyifa Kamila
    Harapan : Nyayu Eka Winda K., Nadiva Aprillia, Alika Davina Putri

Kategori Melukis SMA–Umum (16 Tahun ke Atas) :

  1. Adriansyah
  2. Abdurrahman RH
  3. Maradona
    Harapan: Aira Umairah A., Almira, Rahmart Kurniawan

Ketua Komite Seni Rupa DKP, Joko Susilo, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti di momen Hari Jadi Palembang saja.

“Melihat antusiasme tahun ini, kami dorong lomba dan workshop seni rupa ini jadi agenda tahunan tetap,” tegasnya.

Lomba lukis dan mewarnai ini bukan hanya selebrasi hari jadi kota, tetapi juga selebrasi jiwa. Palembang bukan hanya kaya sejarah dan budaya, tetapi juga menyimpan potensi kreatif yang terus menyala dari tangan-tangan muda dengan kuas, warna, dan semangat patriotik. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *